Bagaimana Membuat Sayuran Hidroponik Nyaman Seperti Tumbuh di Tanah?

Add Comment
Ketika anda memutuskan untuk mengganti tanah dengan hidroponik saat menanam sayuran, anda pun dituntut untuk mampu memberikan kenyamanan sayuran anda senyaman saat ditanam di tanah.
Iya jelas dong! Masa sih kita akan menanam sayur dengan hidroponik, tapi malah sayuran tidak bisa mendapatkan fasilitas senyaman di tanah. Oke lah, memang di tanah banyak sekali hama yang bisa merusak daun, namun tanah juga memberikan kenyamanan sayuran untuk tumbuh.
Untuk itu, anda juga harus tahu fasilitas yang diberikan oleh tanah dalam memberikan kenyamanan sayuran untuk tumbuh subur dan bahagia. Tanah itu mampu memberikan 4 hal penting yang dibutuhkan tanaman:
(1) tanah mampu mensuplai air,
(2) tanah memberikan nutrisi penting dalam pertumbuhan,
(3) mensuplai oksigen,
(4) dan tempat penopang akar.
Dan perlu kita ketahui juga, bahwa di dalam tanah terdapat 4 komponen mineral utama, yaitu :
(1) mineral (senyawa anorganik),
(2) senyawa organik,
(3) air,
(4) dan udara.
Sebagai contoh, kandungan tanah lempung dalam kondisi optimal adalah 25% air, 25% ruang udara, 45% bahan-bahan mineral anorganik, dan 5% bahan organik.
Bahan mineral anorganik dalam tanah itu berasal dari fragmen batuan kecil, sedangkan bahan organik dalam tanah berasal dari benda hidup yang telah membusuk. Bahan organik dalam tanah terdiri dari sisa-sisa pembusukan makhluk hidup, baik dari tanaman atau binatang. Dan yang kedua adalah humus. Humus ini berasal dari penguraian sisa-sisa makhluk hidup oleh mikrorganisme dalam tanah.
Air tanah terperangkap di dalam pori-pori tanah bersama garam mineral anorganik, dalam bentuk larutan garam. Larutan garam mineral inilah yang sering kita sebut sebagai nutrisi tanaman untuk pertumbuhan tanaman. Di dalam pori-pori tanah juga terdapat udara, yaitu karbondioksida dan oksigen. Oksigen dan karbondioksida sangat penting untuk akar tanaman.
Nah, bagaimana sahabat? Jika anda ingin menanam sayuran dengan hidroponik, anda tentunya harus mampu menyiapkan sistem yang bisa mensuplai air, nutrisi, udara, dan menyangga perakaran tanaman, seperti yang diberikan tanah.
Seperti tanah, sistem hidroponik anda harus mampu memberikan air nutrisi yang sejuk. Tanah juga pendingin akar yang baik, ketika di permukaan tanah panas, tanah melindungi akar dengan sejuk. Bagaimana sistem hidroponik anda? Apakah sudah mampu melindungi perakaran panasnya sengatan matahari?
Selain itu, anda juga harus memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Dalam hidroponik, pemberian nutrisi bisa dilakukan dengan mudah, dengan melarutkan nutrisi ke dalam sistem pengairan hidroponik.
Bagaimana dengan kandungan udara dalam perakaran tanaman hidroponik anda? Apakah sudah mampu memberikan suplai oksigen dan karbondioksida dengan baik? Jangan sampai anda memutuskan untuk menanam tanpa tanah, tapi tidak bisa memberikan udara yang baik bagi akar tanaman anda. Hal ini menjadikan tanaman anda tidak tumbuh sempurna.
Nah, demikian sahabat hydrofarm. Mari kita perlakukan tanaman kita dengan ekslusif, hati-hati, dan penuh perhatian. Kelak, mereka akan memberikan manfaat yang baik untuk kita. Sukses berhidroponik yaaa...

Fisiologi Tanaman yang Wajib Diketahui dalam Berhidroponik

Ya...tentu saja, jika anda mengetahui struktur tanaman dan bagaimana reaksi biokimia di dalam tanaman, anda bisa mengatur dan menyesuaikan metode menanam sayuran dengan benar untuk menghasilkan panen yang maksimal.
Setiap jenis tanaman mempunyai proses yang berbeda-beda, dan anda harus mampu apa yang dibutuhkan masing-masing tanaman. Dan perlu anda ketahui dan diingat dengan baik, bahwa 80% tanaman terdiri dari air. Air mengalir ke setiap sel tanaman dengan proses yang disebut difusi dan osmosis.
Pergerakan air dalam tanaman adalah hal yang paling penting dalam pertumbuhan, tentu saja anda tidak boleh lengah dalam mengawasi ketersediaan air dalam tandon untuk irigasi hidroponik anda.
Pertama, Fotosintesis.
Daun bisa diibaratkan mesin dari sebuah tanaman. Dia bisa mengolah bahan baku mentah berupa air, karbondioksida, dan cahaya matahari menjadi energi untuk tanaman dan gula (glukosa). Selanjutnya gula ini akan disebarkan ke seluruh bagian pada tumbuhan.
Daun dalam mengolah bahan baku tersebut, melewati 3 tahap berikut:
  • Mengumpulkan cahaya - Pigmen Klorofil dalam daun mengumpulkan cahaya.
  • Reaksi terang - efek dari klorofil yang menangkap cahaya menyebabkan aliran elektron memecah molekul air menjadi ion hidrogen dan oksigen.
  • Pembentukan gula - ion hidrogen digunakan untuk mereduksi karbondioksida menjadi gula.
Berikutnya, Transpirasi.
Transpirasi merupakan proses penguapan molekul air dan karbondioksida. Penguapan ini terjadi melalui lubang yang sangat kecil pada daun, yaitu stomata. Ketika air menguap melalui stomata daun, tentunya akan terjadi kekosongan air.
Kekosongan air pada daun membuat tumbuhan menarik molekul air dari akar tanaman diteruskan jaringan xylem menuju atas. Jadi semakin besar peguapan air pada daun, menyebabkan besar pula penyerapan air dari akar.Kita sering melihat sayuran yang layu pada siang hari, itu akibat dari penyerapan air oleh akar yang terhambat, dan tak mampu mengimbangi jumlah air yang menguap.
Yang ketiga, Penyerapan Nutrisi.
Setiap tumbuhan memerlukan mineral yang biasa kita sebut nutrisi. Nutrisi bisa diserap tumbuhan melalui penyemprotan pada daun, namun umumnya nutrisi diberikan tumbuhan melalui akar, dan diserap dengan proses difusi osmosis.
Nutrisi diserap bulu-bulu akar, kemudian bergerak menuju xylem. Xylem inilah yang akan mengantarkan nutrisi keseluruh bagian tumbuhan yang membutuhkan.

Gejala Kekurangan Nutrisi pada Tanaman Hidroponik

Add Comment
Kualitas tumbuh dan kembang tanaman hidroponik sangat ditentukan oleh asupan nutrisi yang dibutuhkan. Bila tanaman kekurangan unsur hara, maka tanaman akan mudah layu lalu mati. gejala kekurangan nutrisi yang paling awal bisa dideteksi dengan melihat kondisi daun.
Cara ini secara langsung bisa diketahui bila tanaman tersebut sedang kekurangan nutrisi. Secara umum gejala kekurangan nutrisi pada tanaman bisa dibedakan kedalam lima tipe atau definisi unsur hara. Berikut penjelasan detailnya.
1. Klorosis. 
Ini adalah keadaan yang sering terjadi pada bagian daun dimana jaringan didalamnya mengalami kerusakan atau gagal membentuk klorofil. Warna daun yang nampak pada kondisi ini yaitu berwarna kuning hingga putih pucat yang menyeluruh hampir kesebagian atau seluruh bagian daun.
2. Nekrosis. 
Tipe kerusakan tanaman yang disebabkan oleh kerusakan sel di bagian daun. Biasanya kerusakan muncul di bagian tepi daun atau ujung daun.
3. Akumulasi antosianin. 
Kerusakan yang timbul di hampir semua bagian daun dan batang tanamana. Gejalanya ditandai dengan timbulnya warna biru, merah hingga ungu. Gejala ini bisa muncul selama tanaman mengalami fase pertumbuhan.
4. Stunting. 
Ini adalah proses pertumbuhan tanaman yang mengalami kerdil ditandai dengan warna biru normal atau tua hingga kuning.
5. Kurang pertumbuhan baru atau tanaman tidak dapat mengalami pertumbuhan baru. Hasilnya, masalah ini akan mengakibatkan bagian tanaman seperti tunas, daun, dan ujung akan mati.
Ciri dan contoh gejala kekurangan nutrisi yang umum dialami tanaman.
1. Gejala kekurangan nutrisi Nitrogen (N)
Bagian bawah daun biasanya berwarna kuning sebab kekurangan zat klorofil pembentuk zat hijau daun. Kondisi ini akan mengakibatkan daun mudah kering dan gugur. Bagian tulang daun terlihat pucat.
2. Gejala kekurangan nutrisi Fosfor (P) akan nampak berwarna merah keunguan di bagian bawah tulang daun, tepi daun, daun trpelintir dan batang juga berwarna ungu.
3. Gejala kekurangan nutrisi Kalium (K) cirinya ditandai dengan mengerutnya bagian daun tua namun tidak rata. Bagian tepinya akan menguning dan ada bercak coklat.
4. Ciri Daun kekurangan nutrisi Sulfur (S) yaitu daun berwarna agak kekuningan atau hijau pudar. Pertumbuhan tanaman akan melambat, menjadi kerdil dan kurus.
5. Kekurangan nutrisi Kalsium (Ca) gejalanya yaitu tanaman akan mati di bagian titik tumbuh di pucuk dan akar, bagian kuncup bunga dan buah akan mudah gugur. Terkadang warna buah tidak akan rata atau retak-retak. Daun mudah mengerut, keriting dan kecil lalu rontok.
6. Kekurangan nutrisi Magnesium (Fe) tanaman akan timbul bercak kuning di permukaan daun tua. Daun akan terlihat layu dan mudah terserang penyakit.
Demikian gejala kekurangan nutrisi yang paling sering dialami oleh tanaman. Tanaman sangat membutuhkan unsur hara atau nutrisi yang cukup dan seimbang supaya dapat tumbuh serta berkembang dengan baik, menghasilkan tanaman atau buah yang berkualitas.

Inilah Resiko dan Keuntungan Tanpa Greenhouse

Add Comment
Salam sahabat hidroponik se-Indonesia, semoga kita semakin baik mengolah sayuran dengan hidroponik. Sadar atau tidak, ketika semakin banyak orang menanam sayuran hidroponik di kebun mereka sendiri, mereka ikut andil dalam memajukan pertumbuhan ekonomi tanah air tercinta ini. Semakin banyak orang memproduksi makanan mereka sendiri, harga-harga sayuran holtikultura di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern dapat ditekan. Semoga Allah memberikan kemudahan ekonomi tanah air kita tercinta ini.

Sering muncul pertanyaan oleh pecinta dan pe-hobi hhidroponik, apakah perlu menggunakan greenhouse untuk naungan/atap, ataukah hal itu tidak perlu digunakan. Sebelum kita jawab perlu ataukah tidak perlu menggunakan greenhouse, mari kita cari tahu resiko dan keuntungan masing-masing.

Keuntungan hidroponik tanpa atap/ greenhouse
Murah! Ya tentu saja, ketika kita menanam tanpa greenhouse kita bisa memangkas biaya pembuatan greenhouse. Mengingat mahalnya dan sulitnya konstruksi greenhouse yang beratapkan plastik UV, maka pembuatan greenhouse yang terbuka atasnya dan beratapkan langit, banyak dilakukan untuk menghemat biaya investasi. Jadi pada lahan yang tersedia dibuatlah instalasi produksi dengan atap yang terbuka. Dengan demikian pembiayaan hanya tersangkut instalasi produksi saja, tanpa ada pengeluaran untuk membuat bangunan greenhouse-nya.

Resiko hidroponik tanpa atap/ greenhouse
Di lain fihak, timbullah beberapa risiko yang harus dihadapi, yang mungkin timbul, tetapi mungkin pula tidak! Banyak teman-teman pecinta hidroponik meng-upload foto-foto di dalam dan di luar negeri, di mana gully produksi berbaris rapih, dilakukan pada lahan terbuka tanpa ada peneduhan sedikit pun, tetapi terlihat pertanamannya mulus-mulus saja.

1. Intensitas cahaya yang tinggi mempengaruhi tanaman
Dengan tiada beratap, matahari di siang hari, di musim kemarau yang cerah, mungkin intensitasnya cahayanya mencapai 10.000 foot candles (atau 110.000 lux), akan merusak semua hormon tumbuh di tanaman, sehingga pertumbuhan akan stagnant, tidak bergerak. Jika derajat pertumbuhan = 0, maka tanaman tidak akan berpenampilan “robust”, gagah, melainkan kerdil dan tidak layak tampil! Dengan intensitas penyinaran yang tinggi, lettuce sering menjadi “getir”, pahit, terutama batangnya. Bagian tengah pucuk tajuk menjadi bagian yang paling pahit, dan menimbulkan penolakan oleh konsumen.

Intensitas matahari yang tinggi rupa-rupanya merangsang pembentukan “alkaloid” yang tersa getir itu. Intensitas cahaya matahari yang intens, ditambah “exposure time” yang lama, menyebabkan lettuce berwarna hijau tua, sedangkan seyogyanya lettuce bernuansa hijau muda! Kecuali Romaine lettuce, yang memang berwarna hijau gelap. Dengan mengurangi asupan unsur hara Mg sebagai inti chlorophyl, bisa dihasilkan lettuce yang tidak terlampau hijau warnanya.

Intensitas cahaya matahari yang tinggi menyebabkan proses foto-sintesa asimilasi karbohidrat berjalan sangat tegas, sehingga terjadi karbohidrat banyak sekali, dan menyebabkan rasio C/N (karbohidrat/protein) sangat besar, dan tanaman cepat beralih ke fase generatif, dan menghasilkan tangkai bunga, disebut “bolting”, dan menurunkan harga penawaran di supermarket.

2. Resiko hama tanaman
Hujan yang sering membasahi daun, menyebabkan lettuce peka terhadap penyakit cendawan Cercospora, penyakit cendawan mata kodok, “frog eye disease”, menyebabkan lettuce tidak layak tampil, dan layak jual. Dengan meningkatkan asupan unsur hara Ca, P, K, Mg, dan mengurangi amonium, serangan ini bisa diperlunak.

Beda tempat, beda pula serangan hama dan jenisnya. Terkadang di suatu tempat menanam hidroponik tidak menemukan kendala serangan hama yang merepotkan, tetapi banyak pula daerah yang perlu penanganan khusus karena serangannya yang hebat. Hal yang perlu diperhatikan jika tidak menggunakan naungan hidroponik adalah jeli dan teliti terhadap serangan hama. Ketika terdeteksi ada serangan hama, segera dilakukan penanganan , bisa juga dilakukan tindakan preventif sebelum hama menyerang, kita bisa menggunakan perangkap hama dan pengusir hama.

3. Sistem irigasi saat hujan
Hidroponik tanpa naungan greenhouse menggunakan irigasi dengan gully, biasanya menggunakan talang atau pipa PVC, dimana terdapat lubang tanam yang menghadap ke atas. Lubang yang menghadap langit inilah akan menampung air hujan ketika turun. Hujan merupakan rahmat Allah yang diturunkan dari langit.

Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 35 (tiga puluh lima) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Rain Water Sampler (ARWS). Analisis sampel air hujan dilakukan di laboratorium kualitas udara BMKG dengan menggunakan alat ion chromatograph. Jumlah sampel air hujan yang diterima di Laboratorium Kualitas Udara berasal dari 31 (Tiga Puluh Satu) stasiun pengamatan hujan di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keasaman (pH) air hujan di 27 kota berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal sebesar 5,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di 27 (dua puluh tujuh) kota tersebut bersifat asam.

Hujan yang turun di tanah air kita memiliki pH normal 5,6. pH ini sangat baik untuk menanam dengan hidroponik, karena pada kondisi ini nutrisi tanaman mudah diserap tanaman untuk tumbuh. Namun resikonya adalah ketika hujan air yang masuk gully akan masuk juga ke penampungan yang sudah berisi nutrisi. Karena air bertambah, kadar nutrisi jadi menurun. Perlu dibuatkan sistem irigasi yang mengatur aliran air saat hujan dan irigasi saat tidak hujan.

Bagaimana keuntungan hidroponik dengan greenhouse?
Tentu saja kebalikan dari resiko ketika kita menggunakan tanpa naungan. Dengan greenhouse, masalah intensitas cahaya akan terkurangi oleh plastik UV. Masalah hama penyakit akan berkurang, karena greenhouse menutup akses masuk hama terbang maupun hama dari tanah. Masalah air hujan, greenhouse menahan air hujan dan tidak masuk ke penampungan.

Resiko hidroponik dengan greenhouse
Ya! Sudah tentu dengan greenhouse memerlukan investasi yang lebih besar, karena perlu membangun konstruksi dan menutupnya dengan plastik UV.

Kesimpulan dari pertanyaan apakah perlu menggunakan greenhouse atau tidak? Jawabannya adalah tergantung pada anda sendiri. Ketika anda memilih menggunakan greenhouse, anda harus siap dengan resiko biaya investasi yang tinggi. Sebaliknya, ketika anda memilih tanpa greenhouse, anda harus selalu mengurangi resiko-resiko tanaman tanpa greenhouse. Anda perlu menaruh gully di dekat pohon untuk mengurangi intensitas cahaya, perlu segera menindaklanjuti serangan hama, dan juga mengatur irigasi saat hujan turun.

Demikian sobat hidroponik, semoga informasi ini membantu menambah wawasan anda. Selamat berhidroponik dan mari kita menjadi manusia mandiri dan mampu memproduksi sesuatu yang bermanfaat.

9 Jenis Hama Tanaman Hidroponik yang Wajib Anda Ketahui

Hama sebenarnya makhluk hidup yang sedang mencari makan untuk kelangsungan hidupnya. Namun keberadaannya yang sering memakan daun sayuran menjadikan hama termasuk organisme yang diperangi oleh petani. Untuk tanaman hidroponik, bukan berarti tanaman bebas dari serangan hama, tetap saja ada hama yang mengancam pertumbuhan tanaman.

Sebagai petani tanaman hidroponik, tentunya wajib mengetahui hama apa saja yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Petani wajib tahu berbagai macam hama, dan nantinya petani wajib tahu bagaimana cara menghilangkan hama. Berikut, 9 hama hidroponik yang wajib anda ketahui.

1. Ulat
Hama ulat ini sebenarnya sudah sangat populer di kalangan petani. Pasalnya popularitas ulat ini sendiri memang tidak perlu diragukan lagi, bahkan menjadi musuh bebuyutan bagi para petani. Juga termasuk pada petani yang tanamannya seringkali diserang oleh hama ulat.

Salah satu jenis ulat yang seringkali menyerang tanaman cabai adalah ulat grayak/spodoptera litura. Ulat jenis ini mampu memakan daun hingga benar-benar habis dalam waktu yang singkat, sehingga dapat menyebabkan kemampuan fotosintetis dari tanaman cabai menjadi terganggu. Pada serangan yang masuk dalam tahap massif menjadikan ulat grayak ini memakan habis seluruh bagian daun, bahkan hanya sekedar menyisakan tulang-tulang daunnya saja.

2. Semut
Semut adalah hama utama di pertanian dan perkotaan, yang dapat merusak tanaman dan menyerang wilayah pemukiman baik di luar maupun di dalam ruangan.






3. Lalat Buah
Lalat buah merupakan salah satu serangga hama yang menyerang tanaman buah-buahan di lapangan. Spesies lalat buah dari famili Tephritidae yang menjadi hama tanaman mencapai 4.500 spesies, dan terdapat 20 spesies dari genus Bactrocera merupakan hama penting pada buah-buahan dan sayuran di Asia (Vijaysegaran, 1998). Bactrocera spp. memiliki inang yang cukup banyak seperti: jeruk, mangga, pepaya, nangka, alpokat, pisang, tomat, apel, nenas, pear, aprikot, terong, jambu dan melon.

Kehilangan hasil akibat serangan lalat buah di Indonesia cukup besar. Hal ini disebabkan karena stadia yang merusak adalah larva yang menyerang langsung pada buah tanaman. Pada tanaman cabai kehilangan hasil dapat mencapai 80%. Luas serangan lalat buah diperkirakan 4.700 ha dengan kerugian Rp. 21,99 miliar pada tahun 2002. Dalam menanggulangi hama ini, petani telah melakukan pengendalian secara alami, diantaranya dengan pembungkusan buah, pengurungan tanaman dengan jaring plastik, pengasapan di sekitar pohon dan lainnya. Usaha ini memungkinkan untuk luasan lahan yang relatif sempit, tetapi tidak efisien untuk lahan yang luasnya puluhan hektar. Pengendalian lain yang telah dilakukan adalah pemandulan jantan, kimiawi dan memakai perangkap dengan menggunakan atraktan/penarik.

4. Thrips
Hama Thrips (trhips tabaci) merupakan hama yang paling berbahaya bagi tanaman, terutama tanaman cabe. Hama ini menyerang pada daun tanaman terutama pada daun muda atau bagian pucuk tanaman.

Gejala awal yang mudah dideteksi adalah jika ditemukan daun keriting dan menggulung ke atas. Akibat dari serangan hama thrips adalah daun keriting, kering lalu mati. Pertumbuhan tanaman akan terganggu dan produktifitas menurun. Pada serangan hebat bisa mengakibatkan gagal panen, karena tanaman tidak mampu berproduksi sama sekali. Serangan hama thrips juga mengakibatkan bunga-bunga kering dan rontok. Serangan pada tanaman muda menyebabkan kelayuan.




5. Tungau tanaman (Mite)
Hama tungau bersembunyi di balik daun. Hama tungau menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan daun di dalam jaringan mesofil hingga jaringan itu rusak. Akibatnya klorofil pada daun menjadi rusak dan menghambat proses fotosintesis tanaman.

Serangan ditandai dengan munculnya bintik kuning di permukaan daun. Bintik tersebut lama-kelamaan melebar lalu berubah menjadi kecokelatan dan akhirnya menghitam. Daun menjadi keriting dan menggulung kearah bawah, menebal, berbentuk seperti sendok terbalik. Bagian bawah daun berwarna seperti tembaga dan terdapat benang-benang putih halus.

6. Kutu Kebul (Bemisia Tabaci)
Kutu kebul ( bemisia tabaci ) atau dipanggil juga kutu putih, secara internasional dikenal dengan silverleaf whitefly, merupakan salah satu dari lalat putih yang saat ini termasuk hama penting pertanian budidaya. Kutu kebul diklasifikasikan ke dalam keluarga Aleyrodidae, sub-urutan besar serangga, Homoptera.

Kutu kebul tumbuh subur di seluruh dunia terutama di kawasan iklim subtropis dan tropis, seperti Indonesia. Sedangkan populasi di kawasan iklim sedang tidak terlalu besar. Lingkungan dengan suhu dingin bahkan sering menyebabkan kematian larva dan lalat dewasa.Tanaman yang dipengaruhi oleh kutu kebul sangat beragam, mencakup tanaman sayuran seperti: tomat, labu, mentimun, terong, okra, buncis dan kacang-kacangan, brokoli, kembang kol, kubis, melon, kapas, wortel, ubi jalar, dan sayuran lainnya. Bahkan banyak dari jenis tanaman buah seperti mangga, rambutan, anggur, jeruk, dll., tak luput dari serangannya.

7. Penggorok daun
Hama Penggorok Daun (Liriomyza huidobrensis) – Hama ini dikenal juga dengan sebutan leaf miner, merupakan spesies lalat dari genus Liriomyza dan keluarga Agromyzidae. Lalat ini menyerang daun tanaman dengan cara meletakkan telur di bagian epidermis daun. Setelah telur menetas dan berubah menjadi larva, akan menggorok dan masuk ke dalam jaringan mesofil daun. Sehingga jaringan daun menjadi kosong, dan menampakkan bercak berwarna putih atau keperakan di atas permukaan daun.

8. Belalang
Ooopppsss,,, salah gambar... 😂😂😂
Belalang adalah salah satu serangga pemakan daun yang sangat mengganggu tanaman produktif petani. Hama satu ini menyerang dalam bentuk koloni atau kelompok. Tak jarang semua cara telah dilakukan untuk membasmi hama ini, namun hasilnya selalu nihil karena beberapa memang mati namun sebagian besar masih saja menyerang tanaman. Mungkin Anda sedang kebingungan dan panik mengatasi serangan belalang yang dapat mengurangi kualitas tanaman dan hasil panen.

9. Jangkrik
Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yg menempel di daun. Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan & daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang.

Kelebihan dan Tipe Greenhouse Hidroponik

Green house merupakan suatu kebutuhan penting guna meningkatkan produktivitas atas hasil pertanian. Terutama pada budidaya tanaman sistem hidroponik. Fungsi utamanya antara lain mengatur intensitas sinar matahari terhadap tanaman, pengairan, kelembaban dan suhu udara. Bahan Greenhouse Hidroponik yang digunakan bisa dari kaca, plastik atau paranet.
Keuntungan menggunakan greenhouse
  1. Jika tidak menggunakan greenhouse, budidaya tanaman hidroponik bisa mendapat pasokan cahaya matahari dalam jumlah yang terlalu berlebihan. Apalagi saat musim panas, intensitas sinar yang masuk tersebut dapat membuat proses pertumbuhan tanaman jadi terganggu. Namun dengan adanya greenhouse atau rumah hijau, itensitas cahaya matahari tersebut dapat diatur sesuai kebutuhan. Tanaman tidak akan mudah layu atau kekurangan cairan. Selain itu mengurangi biaya belanja nutrisi tanaman dan media hidroponik sebab tingkat penguapannya bisa ditekan.
  2. Sementara itu, ketika musim hujan tiba daun dan batang tanaman akan terkena siraman air hujan. Kondisi ini sering menimbulkan masalah baru berupa pembusukan pada daun tanaman beserta batangnya. Cendawan, jamur, lumut dan tanaman pengganggu lainnya akan tumbuh subur pada musim hujan. Jika dibiarkan tentunya hama ini bisa memunculkan problem yang lebih serius. Nutrisi hidroponik yang seharusnya diserap oleh tanaman budidaya justru dihabiskan oleh gulma dan sejenisnya.
Salah satu cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah mendirikan greenhouse pada area budidaya tanaman. Sehingga limpahan air hujan tidak bisa masuk ke dalam media tanam atau daun dan batang tanaman hidroponik.
 Tipe-tipe greenhouseMenurut bentuk dan desainnya, tipe greenhouse hidroponik bisa dibagi dalam 3 macam jenis :
Tipe Tunnel
Tipe pertama ini berbentuk setengah lingkaran dan mirip dengan lorong. Kelebihannya antara lain strukturnya lebih kuat karena atapnya berupa lengkungan kearah bawah. Selain itu lebih tahan terhadap terpaan angin. Struktur bangunan hidroponik tipe tunnel yang berbentuk busur dan kakinya yang terpendam dalam tanah mampu menahan bangunan dengan kuat.
Kelemahan greenhouse tipe tunnel terletak pada sistem ventilasinya. Apabila dibuat di daerah tropis harus dilengkapi alat cooling system atau exhaust fan agar sistem pasokan udara lebih mudah diatur.
Tipe Piggy back
Tipe kedua ini sering dinamakan tropical greenhouse dan sangat cocok dipakai di Indonesia yang berhawa tropis. Sistem ventilasi udaranya jauh lebih sempurna sebab dilengkapi struktur bukaan dalam jumlah yang lumayan banyak. 
Tapi pada sisi yang lain, jika ada terpaan angin struktur bangunannya kurang kuat menghadapinya. Jadi greenhouse tipe piggy back ini lebih cocok dibuat di daerah-daerah yang hembusan anginnya tidak terlalu kencang.
Tipe campuran
Sesuai namanya, greenhouse tipe campuran merupakan paduan atau hybrid antara tipe tunnel dan piggy back. Semua kelebihan dari kedua tipe tersebut bisa dimasukan semua, sedangkan kelemahannya dapat diminimalkan.
Selain itu ongkos pembuatannya juga lebih hemat meski membutuhkan waktu yang lebih lama.

Pertanyaan Seputar Dunia Hidroponik

1. Kenapa Benih atau Biji Tidak tumbuh atau tumbuh tidak sempurna?

Jawab :

a. Benih atau biji tidak tumbuh dapat diakibatkan karena air dasar yang mempunyai kepekatan mineral cukup tinggi sehingga biji akan malas untuk merekah atau dalam bahasa kerennya spray out. jadi usahakan untuk membasahi media awal jangan gunakan air yang mengandung nutrisi ya! klw bisa gunakan air hujan yang diduga mengandung mineral kecil.

b. Bisa jadi benih nya sudah mengalami kadaluarsa atau sudah out of date alias expired. jadi pintar pintar memilih benih dan perhatikan dengan seksama tanggal kadaluarsanya.

c. Ketika benih sudah berkecambah atau sudah meletek dari bijinya benih tidak langsung di simpan pada kondisi sinar matahari pagi yang full sehingga benih akan mengalami etiolasi semu atau etiolasi total kronis.hehe. jadi sebaiknya ketika benih sudah terlihat kecambah terlihat berwarna putih tanpa daun segeralah simpan benih tersebut di tempat yang terpapar sinar matahari penuh.

d. Media terlalu basah, sampai menggenang. karena kondisi terlalu jenuh dan basah benih akan mengurungkan niatnya untuk merekah atau spray out benih tau kondisi diluar itu tidak memungkinkan untuk tumbuh makanya benih akan malas untuk merekah karena kondisi diluar sangat basah atau banjir. makanya usahakan media jangan terlalu basah ya...gunakan wadah yang berporos sehingga ketika menyiram media sisa atau kelebihan air akan terbuang mengikuti gaya gravitasi dan media akan menjadi basah jenuh dan itu menjadi media ideal untuk tumbuhnya benih. samapi segini dulu ya...masih banyak catatan kecil yang nanti saya akan share, semoga bermanfaat ya...


2. Akar Tanaman/Sayur Hidroponik Tidak Boleh Terendam Air Semua. Kenapa?

Ternyata akar itu ada dua fungsi. Akar menyerap nutrisi tidak hanya dari air dalam bentuk ion tapi akar juga memakan udara yang mengandung oksigen (O2). jadi apabila kita merendam akar penuh dalam air nutrisi, maka lama kelamaan tanaman akan layu dan mengalami kematian, akibat pasokan oksigen diudara tidak terpenuhi yang mendukung metabolisme pembentukan energi.


Seberapa sering sebaiknya saya mengganti Larutan Nutrisi?

Tidak ada patokan pasti berapa lama anda harus mengganti larutan nutrisi anda. Aturan baik yang perlu diikuti pertama adalah is bagian atas penampungan anda dengan air bersih tanpa tambahan nutrisi. Hal ini disebabkan karena anda akan kehilangan air untuk penguapan dan kebutuhan tanaman tetapi kekuatan dari larutan tidak menurun sesuai dengan level air. Jadi, dalam beberapa kasus ketika level air penampungan turun, konsentrasi larutan menjadi naik atau kuat. Jadi, hanya menambah air besih dan kemudian menyesuaikan pH anda dengan benar. Coba dan jaga catatan anda berapa banyak air yang anda letakkan dalam penampungan dan sesekali jumlah air yang ditambahkan sama dengan setengah dari kapasitas, itu adalah waktunya untuk mengganti larutan, membersihkan penampungan dan media pertumbuhan. Sebagai contoh jika kamu memiliki 20 galon dalam penampungan dan selama 12 hari anda menambahkan 10 galon air, maka itulah waktunya untuk mengganti larutan anda.


Dapatkan saya memindahkan tanaman dari tanah ke hidroponik?

Ya, anda dapat memindahkannya. Yang anda harus lakukan adalah mencuci akar dari tanaman dengan merendam dalam air dan mencoba membersihkan tanah sebanyak mungkin. Hati-hati dengan akar halus sehingga tanaman tidak menjadi shock. Setelah akar dibersihkan selanjutnya tanam tanaman anda dalam media hidroponik kesukaan anda dan mulai dengan pengairan yang baik dengan menggunakan B-1 dalam larutan untuk seminggu sehingga membantu penyembuhan pasca transplantasi.


Apakah tanaman yang tumbuh menggunakan hidroponik rasanya lebih enak dibandingkan tanaman yang tumbuh dengan tanah?

Kasus ini sangat sering ditemui karena tanaman tumbuh dengan media hirdoponik memiliki seluruh nutrisi yang penting yang diperlukan tanaman. Dalam tanah, nutrisi mikro yang penting sering dikunci dalam tanah dimana tanaman tersebut tidak dapat mengambil seluruh manfaat dari mineral tersebut. Hal itu mengapa hidroponik jauh lebih baik karena penanam mengendalikan secara penuh mineral apa yang diperlukan oleh tanaman dan berapa banyak yang diperlukan. Keuntungan tersebut dibandingkan menggunakan tanah sering membuat tanaman hidroponik menghasilkan rasa, warna, ukuran dan kandungan gizi yang jauh lebih baik.


Apakah perbedaan Aeroponik dengan Aero-Hidroponik?

Dari segi definisi ada perbedaan diantara dua metode pertumbuhan. Sistem Aeroponik. Sistem Aeroponik memiliki tanaman yang akarnya menjuntai ke udara dan akar yang disemprot dengan air nutrisi. Dalam sistem Aero-Hidroponik ada akar yang menjuntai tetapi separuh dari akar menjuntai secara langsung ke dalam tanah dan separuh yang lain disemprto dengan air nutrisi. Aksi penyemprotan menjaga pergerakan dan sirkulasi dari air yang mana bekerja dengan baik untuk mendapatkan oksigen yang langsung masuk ke dalam akar. Metode Aero-Hidroponik sudah membuktikan kerja yang baik untuk stek dan seluruh tahap perkembangan pula.


Mengapa sistem Ebb and Flow memiliki dua penyesuaian?

Pada mulanya nama yang umum untuk dua penyesuaian tersebut adalah fil/drain fitting dan overflow fitting. Fill/drain fittng adalah sebuah fitting yang ditambahkan ke pompa dan menyediakan lekukan untuk pengisian air di tempatnya dan juga menyediakan saluran keluar air untuk ditarik kembali ke tempat penampungan. Sejumlah aliran pengisian terdiri dari sejumlah dugaan bagian yang berbeda dan berlaku seperti regulator level air. Konsepnya sangat mudah, kamu memiliki sebuah baki yang diletakkan dimana saja, atau diletakkan di atas dari sebuah reservoir. Sekarang popma tersebut hidup dan mulai memompa air ke dalam baki dan pompa akan tetap ada selama penanam menentukan siklus air (sebaiknya 30 menit). Ketika level air naik dalam baki hal itu mencapai puncak dari overflow fitting yang kemudian memungkinkan air untuk kembali ke dalam penampungan. Jadi anda sekarang perlu mengisi baik dengan air dan anda rawat level air tersebut dengan tujuan untuk overflow fitting, yang tidak memungkinan level air bertambah tinggi. Sekarang ketika pompa dimatikan air mulai dialirkan sesuai gaya gravitasi kembali ke bawah melalui fill/drain fitting, dan melalui pompa, menuju penampungan. Tinggi dari overflow ditentukan dengan media yang dikandung atau pertumbuhan yang digunakan. Anda hanya ingin level air naik dan turun sekitar 50% sampai 70% dari media atau container. Hal ini ditujukan untuk menjaga media atau container dari mengambang dan atau terbalik.


Bagaiman saya dapat mengatakan bahwa benih saya dapat hidup?

Hal tersebut dengan mudah dikenali dengan cara merendam benih anda. Isi gelas dengan air saringan dan masukkan benih anda ke dalamnya. Setelah 24 jam benih yang viable akan tenggelam sampai bawah. Yang mengambang kemungkinan tidak viable dan tidak berkembanh dengan baik.


Pertanyaan yang sering muncul tentang pupuk dan tanaman

1. Bagaimana Pupuk Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman?
Pupuk dibutuhkan tanaman untuk tumbuh lebih cepat . Pupuk utamanya terdiri dari nitrogen , fosfor , kalium dan banyak unsur mikro yang lain. Selain itu ada juga pupuk yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman . Pemupukan yang terbaik adalah yang seimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman, setiap tanaman membutuhkan jumlah pupuk yang berbeda sesuai fasenya vegetatif dan generatif.

2. Bagaimana pupuk NPK mempengaruhi pertumbuhan tanaman?
Nitrogen mempengaruhi perkembangan daun tanaman . Daun hijau atau kuning pucat menunjukkan kekurangan nitrogen . Pertumbuhan berlebihan dan daun sangat gelap - hijau menunjukkan kelebihan nitrogen

3. Bagaimana vitamin & pupuk mempengaruhi pertumbuhan tanaman?
Proses pertumbuhan tanaman membutuhkan air , cahaya dan karbon dioksida untuk menghasilkan bahan makanan, atau gula . Gula-gula ini digunakan sebagai bahan bakar bagi proses pertumbuhan tanaman, sebagian gula disimpan di daun, buah atau umbi tanaman. Tanaman juga perlu vitamin untuk kesehatan dan daya tahannya terhadap penyakit.

4. Bagaimana pupuk yang berbeda mempengaruhi pertumbuhan tanaman?
Nitrogen ( N ) sangat penting untuk pertumbuhan tanaman , terutama untuk daun . Tanaman yg menerima terlalu sedikit nitrogen kehilangan vigor (ketegaran) dan lebih rentan terhadap penyakit . Terlalu banyak nitrogen juga tak baik sebab akan menyebabkan kelebihan dedaunan dan daun menjadi lemah sehingga mudah terserang penyakit.Pospor (P) dan Kalium (K) banyak mempengaruhi pembungaan dan terjadinya pembuahan. Tanaman yang kekurangan P dan K akan sulit berbunga dan akan mengalami kerontokan pada bunga.Unsur2 yang lain seperti Ca, Fe, Mg, Zn, Cu, Mn, Bo, Si juga diperlukan tanaman walau dalam jumlah yang lebih sedikit tetapi akan berpengaruh bagi tanaman jika kekurangan unsur yang ini.

Mengapa Tanaman Hidroponik Tumbuh Lebih Cepat?

Menanam tanaman dengan metode hidroponik memang memiliki daya tarik dan tantangan tersendiri. Seorang pemula yang ingin menanam atau membudidayakan tumbuhan dengan cara ini sebaiknya mengetahui dengan baik apa saja yang dibutuhkan untuk menanam tumbuhan dengan metode ini. Semua hal mengenai hidroponik termasuk ilmu dan pengetahuan di dalamnya harus diketahui dengan jelas.

Mungkin para pemula atau penghobi hidroponik sudah mengetahui keuntungan atau kelebihan yang ditawarkan oleh metode hidroponik. Salah satu keuntungan menanam tanaman dengan metode ini adalah tanaman tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh di tanah. Hal ini telah dibuktikan dari sekian banyak testimoni para penggemar dan pembudidaya tanaman hidroponik. Mereka menyebutkan bahwa tanaman hidroponik tumbuh 20% hingga 50% lebih cepat dibandingkan tanaman yang ditanam dengan metode konvensional atau yang ditanam di tanah.

Setidaknya ada empat alasan yang dapat menjelaskan mengapa tanaman hidroponik tumbuh lebih cepat dibandingkan yang tumbuh dengan metode konvensional. Diantara alasan-alasan tersebut antara lain :

Pemberian Nutrisi Yang Optimal
Berbeda jika ditanam dengan menggunakan metode konvensional, tanaman yang ditanam dengan metode hidroponik mendapatkan nutrisi sesuai yang dibutuhkan oleh tanaman karena nutrisi pada sistem tanam hidroponik ditambahkan langsung oleh pembudidaya. Selain itu, nutrisi yang terkandung dalam air pada sistem hidroponik lebih mudah diserap oleh akar tanaman dan tanaman tidak menghabiskan energinya untuk memperoleh nutrisi tersebut. Hasilnya energy yang digunakan untuk mendapatkan nutrisi dapat digunakan untuk pertumbuhan yang lebih optimal.


Media Tanam Steril dan lebih tahan hama
Alasan lain mengapa tanaman hidroponik tumbuh lebih cepat adalah karena media tanam yang digunakan untuk menanam tanaman lebih steril dan tidak mengandung bibit penyakit ataupun hama yang biasa tinggal dalam tanah. Hal ini tentunya dapat meminimisir gangguan atau stress pada tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Sebelum menggunakan media hidroponik untuk menanam pastikan media telah steril karena beberapa media tanam hidroponik terutama media organic harus disterilkan terlebih dahulu.


Faktor pertumbuhan terkontrol
Pada sistem hidroponik, semua faktor pendukung dapat dikendalikan dan dikontrol oleh pembudidaya termasuk faktor cahaya, suhu, pH, kelembaban dan sebagainya. Tanaman hidroponik juga mendapatkan faktor tersebut sesuai dengan kebutuhan. Dengan kata lain, tanaman dapat tumbuh lebih cepat karena semua faktor telah diatur sedemikian rupa agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal tanpa kendala apapun. Misalnya pemberian cahaya, tanaman hidroponik yang ditanam dalam ruang misalnya, dapat diberikan cahaya buatan dari lampu dan lama penyinaran tanaman disesuaikan dengan waktu penyinaran yang mereka butuhkan. Begitu juga dengan suhu dan faktor lainnya dapat disesuaikan dengan baik sesuai kebutuhan.


Ruang tumbuh yang mencukupi
Tidak seperti jika ditanam pada tanah, akar tanaman hidroponik tidak perlu berkompetisi satu sama lain untuk mendapatkan nutrisi. Hal ini tentunya akan membuat tanaman tumbuh lebih cepat dan pembudidaya dapat menanam lebih banyak tanaman dengan interval atau jarak antar tanaman yang lebih rapat dibandingkan jika ditanam secara konvensional.

Meskipun demikian, beberapa faktor juga dapat mempengaruhi keberhasilan dan tingkat pertumbuhan tanaman seperti halnya metode atau model perangkat hidroponik yang digunakan. Jika sistem dibangun dengan baik dan memenuhi segala faktor yang dibutuhkan tanaman maka tanaman dapat tumbuh dengan cepat dan hasilnya akan lebih memuaskan.

Manfaat dan Khasiat Sayur Hidroponik untuk Kesehatan

Sayuran Hidroponik adalah jenis sayuran yang ditanam dengan teknik hidroponik, yaitu cara menanam tumbuhan dengan banyak gunakan media air. Meski tidak semuanya berupa air, namun hidroponik memang sama sekali tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Untuk pengganti tanah biasanya menggunakan batu atau pasir.
Sayuran Hidroponik sangat terkenal di masyarakat sebagai sebuah tanaman yang bisa ditanam oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun. Itu mengingat pada mudahnya cara menanam. Hanya membutuhkan peralatan, pupuk tanaman, dan sinar matahari saja. Secara kualitas, sayuran yang ditanam dengan teknik hidroponik tak ada bedanya soal rasa. Namun secara visual biasanya beda, daun hijau terlihat lebih muda. Dan secara keseluruhan tampil lebih bersih sayurannya.
Manfaat dan Khasiat Sayur Hidroponik Anda mungkin adalah salah satu orang yang memiliki hobi menanam sayuran secara hidroponik. Namun sudah tahukah anda tentang manfaat sayuran hidroponik untuk kesehatan?
Inilah berbagai manfaatnya sudah kami susun di bawah ini:
1. Memiliki Kandungan Air yang Tinggi
Kandungan air yang tinggi pada sayuran hidroponik akan membuat anda terbebas dari dehidrasi. Siklus buang air kecil juga jadi lancar. Dan yang paling penting, secara keseluruhan, tubuh anda akan terasa ringan bebas dari penyakit. Sebab, air memang amat dibutuhkan tubuh.

2. Mencegah Kerusakan Sistem Syaraf
Syaraf seseorang bisa saja rusak karena suatu hal. Misalnya karena benturan yang menyebabkan trauma atau malah karena tekanan psikologis yang selalu merundung. Kerusakan syaraf paling fatal dan mengerikan seperti epilepsi dan stroke bisa anda cegah dengan banyak mengonsumsi manfaat sayuran hidroponik.

3. Menutrisi Kulit
Khasiat Sayuran Hidroponik bisa untuk menutrisi kulit anda, Supaya tampak awet muda. Memang sayuran ini sangat ampuh untuk meremajakan kulit anda. Tidak hanya kulit wajah, tetapi kulit seluruh tubuh. Rasakan saja nanti perbedaannya, pastilah mencolok!

4. Menguatkan Akar Rambut
Manfaat sayuran Hidroponik selanjutnya adalah dapat menguatkan akar rambut. Bagaimana bisa terjadi? Karena sayuran ini kaya dengan zink dan kalsium yang bisa menguatkan akar rambut anda. Jadi tidak mudah rontok. Dan anda pun terbebas dari serangan kebotakan rambut.

5. Menurunkan Kadar Trigliserida
Kadar Trigliserida juga bisa diturunkan dengan khasiat dari sayuran hidroponik ini. Apalagi memang sayur ini begitu baik untuk membersihkan pembuluh darah, tempat di mana zat trigliserida biasanya terakumulasi. Trigliserida adalah sebuah lemak yang menyebabkan penyakit gula darah.

6. Menaikkan Berat Badan
Tingginya kadar air dalam sayuran hidroponik akan membuat tubuh anda mengalami kenaikan berat badan. Namun mekanismenya tidak seperti anda keracunan kortikosteorid. Namun memang gemuknya gemuk yang berisi, bukan gemuk air. Sebab, sayuran ini juga kaya dengan lemak HDL.

7. Membuang Lemak
Kandungan lemak HDL dalam sayuran hidroponik bermanfaat untuk membuang lemak jahat. Lemak jahat atau yang dikenal sebagai LDL memang begitu membahayakan bila jumlahnya terlalu banyak. Sebab, bisa menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan obesitas.

8. Mencegah Penyakit Kanker
Kanker bisa dicegah dengan gaya hidup baik, seperti: rajin olahraga dan makan makanan bergizi. Jika anda ingin sembuh dari kanker atau ingin mencegahnya, tak ada salahnya mencoba khasiat dari sayuran hidroponik ini.

9. Kaya dengan Protein
Kandungan protein yang tinggi pada sayuran hidroponik amat baik untuk membentuk sel tubuh anda. Pergantian sel-sel mati menjadi sel-sel baru juga lebih cepat.

10. Mengandung Asam Amino Essensial
Asam Amino Essensial adalah protein utama di dalam tubuh manusia yang tidak bisa diproduksi di dalam tubuh manusia sendiri. Sehingga keberadaannya perlu ditunjang dari luar. Seperti dengan mengonsumsi manfaat dan khasiat sayuran hidroponik ini.

Seperti itulah 10 manfaat sayuran yang ditanam dengan teknik hidroponik. Sungguh bermanfaat sekali, ya? Apalagi masih banyak manfaat lainnya yang juga berkhasiat, seperti di bawah ini: 15 Manfaat Sayuran Hidroponik untuk Kesehatan yang Lainnya:

 
11. Kaya dengan Zat Besi
12. Rendah Kalori
13. Mengandung Serat
14. Melancarkan Pencernaan
15. Mengatasi Biang Keringat
16. Antibiotik
17. Mengobati Radang Tenggorokan
18. Mengandung Vitamin B Kompleks
19. Kadar Vitamin C yang Tinggi
20. Kandungan Beta Karoten untuk Mata
21. Mengobati Mual
22. Hilangkan Sakit Kepala
21. Anti Depresan
22. Sembuhkan Stress
23. Meningkatkan Kapasitas Memori Otak
24. Melembabkan Kulit
25. Mood Stabilizer

Sumber – Khasiat.co.id

Bagaimana Cara Tanaman Menyerap Hara

Mengenal Fungsi Tiap Unsur Hara Makro

Pada zaman dahulu, orang -orang mengira hal yang membuat tanaman tumbuh terdapat dalam tanah dan air. Tetapi setelah abad ke 17, peneliti menemukan bahwa air, tanah, dan udara menyediakan unsur-unsur yang menyusun tanaman, hingga saat ini kita telah mengetahui bahwa ada 16 unsur elemen yang menyusun tanaman yang biasa kita kenal sebagai unsur hara.


Penelitian yang lebih lanjut, bahwa unsur hara yang diserap tanaman itu berasal dari mineral di dalam tanah yang larut dalam air. Dengan adanya penemuan ini, ilmuwan mencoba menumbuhkan tanaman pada larutan yang berisi unsur hara tanpa tanah, dan berhasil. Sejak saat itulah hidroponik mulai dikembangkan dari skala laboratorium hingga skala komersil seperti saat ini.

Proses Penyerapan Hara pada Akar Baik secara anorganik, organik, maupun hidroponik tanaman menyerap hara dalam bentuk yang sama, yaitu dalam bentuk mineral yang terlarut.

Larutan nutrisi hidroponik dibuat untuk me-bypass proses penyerapan hara dengan penyediaan hara langsung dalam bentuk mineral hara terlarut

Pupuk yang digunakan dalam hidroponik maupun fertigasi adalah pupuk "water solluble", artinya mudah larut dalam air sehingga pupuk-pupuk konvensional yang biasa dipakai petani seperti SP36, NPK Mutiara, Dolomit, kurang sesuai untuk digunakan dalam hidroponik karena kurang larut sempurna karena dikhawatirkan endapan dari pupuk-pupuk konvensional dapat menyumbat aliran perpipaan irigasi dalam sistem hidroponik maupun fertigasi.

Pupuk Garam Anorganis:

Para pekebun hidroponik biasanya menggunakan garam anorganis untuk bahan baku pupuk hidroponik. Garam anorganis lebih mudah larut sempurna dan tidak menghasilkan endapan sehingga pemupukan tidak menyumbat jaringan pipa dan selang yang berdiameter kecil.

Selain itu penggunaan garam anorganis memudahkan kita dalam memformulasikan pupuk dengan rasio yang kita inginkan agar tanaman tumbuh lebih dapat kita kontrol.Garam anorganis yang digunakan harus mengandung unsur makro (N, P, K, Mg, Ca, S, C, H, dan O) dan unsur mikro (B ,Cu, Fe, Mn ,Zn, Mo). Jika mengandung unsur di luar unsur-unsur tersebut, makan garam anorganis tersebut tidak dapat digunakan.

Unsur makro diperlukan dalam jumlah yang banyak dan unsur mikro diperlukan dalam jumlah sedikit tetapi harus ada. Kebanyakan unsur mikro berfungsi sebagai penyusun enzim dan vitamin.