Tampilkan postingan dengan label Tips & Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips & Trik. Tampilkan semua postingan

Kunci Sukses Tanaman Hidroponik

Add Comment
Beberapa orang yang mulai budidaya tanaman hidroponik sering mengeluh dengan kegagalan. Tanaman Hidroponik yang mereka budidayakan tidak tumbuh dengan optimal. Setelah menunggu waktu tumbuh yang cukup lama (kurang lebih 4 minggu) tetapi tanaman yang dibudidayakan tidak tumbuh dengan optimal, hal ini akan menyebabkan kita mudah menyerah. Dalam seni budidaya tanaman di bidang pertanian, kesabaran merupakan faktor yang paling di uji. Dengan kesabaran yang tinggi, maka kita akan mampu merawat tanaman yang kita budidayakan dengan baik sehingga memberikan hasil yang baik pula.
Untuk dapat sukses dalam budidaya tanaman hidroponik, maka anda perlu mengetahui letak kunci kesuksesan tersebut yakni prinsip dasar budidaya tanaman hidroponik. Kunci sukses dalam budidaya tanaman hidroponik adalah kontrol nutrisi hidroponik dan tersedia nya sinar matahari yang cukup. Faktor terpenting yang yang perlu kita perhatikan dalam budidaya tanaman hidroponik adalah kadar nutrisi yang kita berikan pada tanaman. Agar tanaman hidroponik dapat tumbuh dengan optimal, maka nilai nutrisi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Misal kita menanam tanaman bayam hidroponik, maka kita harus paham nilai atau kadar nutrisi yang diperlukan oleh tanaman bayam ini.
Tanaman bayam yang ditanam secara hidroponik dapat tumbuh dengan optimal pada kadar nutrisi 1400-1600 ppm. Satuan ppm merupakan kependekan dari part per million, satuan ini menunjukkan nilai nutrisi terlalarut dalam satu liter air. Jika kadar nutrisi hidroponik yang kita berikan pada tanaman bayam masih jauh dari angka kebutuhan tersebut, maka tanaman bayam hidroponik kita tidak akan dapat tumbuh dengan optimal. Jika nilai kadar nutrisi terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka tanaman hanya akan tumbuh dengan kerdil. Sehingga waktu anda dalam budidaya tanaman hidroponik akan banyak terbuang.
Selain dari faktor kadar nutrisi larutan, faktor yang tidak kalah penting adalah ketersediaan sinar matahari. Tanaman bayam dapat tumbuh dengan optimal meskipun tidak terpapar sinar matahari sepanjang hari. Paling tidak, anda harus memberikan sinar matahari kepada tanaman bayam anda minimal 4 jam sehari. Sehingga tanaman dapat tumbuh kembang dengan optimal dan memberikan hasil yang bagus.Itulah dua kunci sukses budidaya tanaman hidroponik yang perlu anda pelajari. Sehingga anda tidak perlu membuang waktu untuk menunggu hasil dari tanaman hidroponik. Selamat Mencoba !

Hasil Panen Berlipat dengan Hidroponik Bertingkat

Add Comment
Pada umumnya, budidaya pertanian hanya dilakukan dalam sehamparan lahan. Semisal hal yang paling sering kita jumpai adalah tanaman padi disawah yang terhampar luas. Lalu bagaimana jika tanaman tersebut dibudidayakan secara bertingkat ? Kalau kita analogikan, maka hal ini mirip dengan perbandingan antara rumah biasa dan apartemen. Jika rumah biasa yang memiliki 1 lantai, maka mungkin akan cukup untuk 4 kamar. Tetapi berbeda halnya dengan apartemen yang memiliki lantai bertingkat, maka kamar yang tersedia pun menjadi sangat banyak. Begitu pula dengan sistem hidroponik bertingkat, ruang tumbuh tanaman akan menjadi lebih banyak karena disusun dalam struktur yang bertingkat. Sehingga hasil panennya pun ikut meningkat.
Sistem Hidroponik menawarkan begitu banyak solusi bagi kita yang ingin melakukan budidaya tanaman sayuran dilahan sempit sekalipun. Untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal, maka sistem hidroponik dapat disusun menjadi struktur bertingkat. Permisalan, jika kita menanam sayuran diluas lahan 3x1 meter persegi, mungkin kita hanya akan mendapat jumlah tanaman sekitar 30 tanaman. Berbeda halnya dengan penerapan sistem hidroponik bertingkat, maka jumlah tanaman yang kita dapatkan bisa mencapai 100-120 tanaman. Sungguh luar biasa bukan, dengan luas lahan yang sama, tetapi kita bisa menghasilkan panen yang lebih banyak.
Pada dasarnya, prinsip kerja sistem hidroponik bertingkat ini sama dengan prinsip kerja hidroponik biasa. Hanya saja, pipa-pipa sebagai ruang tumbuh tanaman disusun dengan bertingkat. Karena struktur yang bertingkat ini, maka pada umumnya nutrisi akan dialirkan dari posisi yang paling atas. Lalu nutrisi akan mengalir mengikuti kontur dengan bantuan gaya gravitasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan sistem hidroponik bertingkat adalah sebagai berikut:


1. Kemiringan
Dalam sistem hidroponik bertingkat, kemiringan struktur harus sangat diperhatikan. Air atau larutan nutrisi tidak boleh mengalir terlalu cepat atau terlalu lambat. Jika larutan mengalir terlalu lambat, maka kandungan oksigen didalam air akan menurun. Dan jika larutan mengalir terlalu cepat, maka akar tanaman tidak akan mampu menyerap nutrisi dengan optimal. Kemiringan ideal yang direkomendasikan untuk struktur hidroponi bertingkat adalah tidak lebih dari 5%.
2. Ruang Tumbuh Akar Tanaman
Jika kita menggunakan media pipa PVC sebagai ruang tumbuh tanaman hidroponik, maka diameter pipa harus diperhatikan. Kita harus memberikan ruang tumbuh yang optimal untuk akar tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh dengan optimal pula. Diameter minimal pipa pvc untuk media hidroponik adalah 2,5" , dibawah ukuran tersebut, akar tanaman kurang mampu untuk berkembang secara optimal.
3. Nilai Ketersediaan Nutrisi
Dengan sistem hidroponik bertingkat, maka populasi tanaman yang dibudidayakan semakin banyak jumlahnya. Hal ini menuntut tingkat konsumsi nutrisi yang semakin tinggi pula, oleh karena itu kontrol nutrisi sangat penting untuk dilakukan setiap hari (pagi dan sore). Pengukuran nutrisi dapat dilakukan dengan alat EC/TDS Meter, ketika nilai keterlarutan nutrisi berada dibawah kebutuhan tanaman, maka kita harus segera menambahkan nutrisi tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan tanaman.
Jika kita mampu memenuhi dan memperhatikan unsur-unsur tersebut dengan baik, maka kita akan mendapatkan hasil panen berlipat dari sistem hidrponik bertingkat. Sehingga kita bisa lebih efisien dalam memanfaatkan lahan. Selain beberapa unsur tersebut, kita juga harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip dasar budidaya tanaman hidroponik.

Sumber: aquafarm.co.id

5 Langkah Jitu Semai Benih dengan Cepat dan Mudah

Add Comment
Tentunya anda ada yang sudah menyemai tetapi hasilnya kurang bagus. Sudah bisa menyemai, tetapi tidak semua biji tumbuh menjadi tunas. Nah! Pada kesempatan kali ini, ada langkah jitu agar semaian anda bisa tumbuh dengan cepat dan rata.




1. Rendamlah benih
Tahap pertama sebuah biji untuk tumbuh adalah biji menyerap air dalam jumlah yang banyak, sehingga inti tunas akan mulai tumbuh. Rendamlah biji/benih di dalam air selama kurang lebih 4 jam. Untuk biji yang susah tumbuh, seperti strawberry, seledri, parsley, bisa direndam menggunakan air garam atau air dengan bawang merah.




2. Gunakan media yang baik
Setelah biji direndam, masukkan biji ke dalam kubus rockwool yang telah dipotong dadu, lalu basahi dengan air.

Media tanam yang baik digunakan adalah media tanam yang mampu menyerap air dan mampu menyimpannya dalam waktu lama. Beberapa jenis media tanam yang sering digunakan adalah rockwool, hidroton, arang sekam, dan cocopeat. Pada kesempatan kali ini saya  menggunakan rockwool karena dialah yang paling mudah dan simpel.

3. Tempatkan pada NFT terbuka
Setelah semai, benih memerlukan kondisi yang lembab namun tidak terlalu basah. Kondisi yang lembab mempercepat tumbuhnya tunas, namun jika terlalu basah dan benih terendam air, yang terjadi adalah menjadi busuk dan tidak akan muncul tunas sama sekali. Gunakan NFT (Nutrient Film Techniques) terbuka, seperti gambar.




4. Gunakan lampu saat malam
Supaya tanaman tidak merana. saat musim-musim hujan biasanya intensitas cahaya bisa saja menjadi kurang karena mendung atau hujan sehingga tanaman muda / benih tidak bisa mendapatkan cukup sinar matahari hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan kurus (Etiolasi).

Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat. Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan atau kekurangan cahaya. Kloroplas yang tidak terkena matahari disebut etioplas. Kadar etioplas yang terlalu banyak menyebabkan tumbuhan menguning sehingga hormon auksin meningkat maka terjadilah Etiolasi. Untuk menjaga hal tersebut bisa kita lakukan dgn cara menambahkan lampu di dalam ruangan dan sebaliknya, menggunakan lampu yg cukup kuat untuk proses fotosintesis. Bisa dipahami bukan betapa pentingnya cahaya dalam pertumbuhan tanaman.

Cahaya merupakan faktor terpenting fotosintesis tanaman. Namun untuk mempercepat pertumbuhannya lagi, anda bisa menambah lama penyinaran dengan cahaya lampu di malam hari. Saya menggunakan lampu neon LED yang 9 watt saja, biar ngirit listriknya. Saya membandingkan dengan yang tanpa penyinaran malam hari, hasilnya pertumbuhan tunas lebih cepat dengan lampu.


5. Jangan percaya saya
Ya benar! Ini hasil penelitian saya sendiri. Anda tidak boleh percaya begitu saja. Anda harus mencobanya sendiri dan berani berinovasi. Setiap tanaman akan berbeda pertumbuhannya, dan bergantung pada banyak faktor. Intensitas cahaya, kelembaban, jenis benih, kualitas air, dan tentu saja setiap orang punya gaya menanam sendiri. Selamat mencoba sobat hidroponik, tetap bersemangat ya! Semoga karya kita bisa membantu Indonesia menjadi negara yang mandiri.

Fungsi Unsur Hara & Gejala Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman

PEMBUATAN LARUTAN NUTRISI pada budidaya hidroponik, menjadi kunci penting dari keberhasilan pengusaha/petani. Keterlambatan pemberian nutrisi atau perbandingan unsur yang tidak tepat akan berakibat fatal terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, bahkan dapat menyebabkan kematian. Sebaliknya, apabila pemberian nutrisi dilakukan dengan tepat dan baik, tanaman akan tumbuh optimal dan dapat hidup lebih lama. Agar tanaman tumbuh secara optimal, komposisi unsur hara harus sesuai yang dibutuhkan oleh tanaman, karena masing-masing tanaman membutuhkan formulasi pupuk yang berbeda-beda.

Unsur Hara Makro
1. NITROGEN (N)
Nitrogen diserap oleh tanaman dalam bentuk NO3– (N-nitrat) atau NH4+ (N-amonium) atau keduanya, Tanaman yang hidupnya dengan media yang banyak berisi air akan lebih suka menyerap N dalam bentuk NH4-, sedangkan tanaman yang hidupnya dengan media di darat akan lebih baik tumbuhnya bila tersedia N dalam bentuk NO3-. Sebaiknya N-amonium tidak lebih dari 30% dari N total yang diberikan untuk tanaman.

Fungsi NH4+ terhadap pertumbuhan tanaman akan menyebabkan tanaman tumbuh pesat, sel-sel membesar, daun melebar tipis, lemas, cepat layu, dan rentan terhadap serangan penyakit.Fungsi NO3- terhdap pertumbuhan tanman adalah bisa memperpanjang fase life atau daya simpan bunga/buah, toleran terhadap kekurangan air, membuat butir hijau daun lebih bagus, mengurangi keguguran bunga (bunga terbentuk lebih sempurna).

FUNGSI :
– Membentuk klorofil, membuat protein
– Membuat enzim-enzim yang berperan dalam membentuk daun dan produksi bahan kering
– Termasuk unsur hara yang mobil di dalam tanaman (apabila daun-daun muda kekurangan N, maka N dari  daun-daun tua akan ditranslokasikan ke daun-daun muda)

GEJALA KEKURANGAN :
– Proses kecepatan pertumbuhan rata-rata lambat
– Daun terlihat hijau muda dan dapat menjadi kuning
– Biasanya daun paling rendah posisinya yang paling pertama terlihat gejalanya

2. POSPHOR (P)
Phospor/fosfor diserap tanaman dalam bentuk ion H2PO4-, dan sebagian kecil dapat diserap dalam bentuk ion HPO4=. Pemberian P bersama-sama dengan NH4+ dapat merangsang pertumbuhan akar, tetapi penyerapan P oleh akar meningkat apabila yang digunakan adalah NO3- daripada menggunakan NH4+.

FUNGSI :
– Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ujung-ujung akar dan titik tumbuh
– Mempunyai peranan dalam proses fotosintesis, pembakaran karbohidrat
– P dalam tanaman bersifat mobil

GEJALA KEKURANGAN :
– Warna daun berubah menjadi gelap dan selanjutnya menjadi kelabu
– Sistem perakaran kurang baik perkembangannya
– Pada tanaman yang muda dapat menghambat pertumbuhan pucuk

3. KALIUM (K)
Kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+ dan ketersediaan K dari pupuk relatif lebih cepat daripada dengan fosfat.

FUNGSI :
– Sangat diperlukan pada fase reproduksi tanaman untuk menghasilkan kualitas bunga dan buah yang lebih baik
– Sebagai katalisator proses-proses metabolisme tanaman
– Berperan penting dalam penyusunan protein dan karbohidrat
– Mempercepat pertumbuhan jaringan maristematik
– Memperkuat atau memepertebal sel-sel tanaman pada dalam batang dan kulit serta resisitensi terhadap penyakit
– Dapat menghasilakan kualitas bunga dan buah yang lebih baik
– K dalam tanaman bersifat mobil

GEJALA KEKURANGAN :
– Kekurangan Kalium ditandai dengan berubahnya tepi daun dari warna hijau menjadi kuning muda
– Warna kuning tersebut berlanjut menjadi kecoklatan
– Pada tepi daun menjadi robek yang membentuk seperti gerigi
– Dapat menurunkan daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit

4. CALSIUM (Ca)
Calsium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Ca++, ketersediaan Ca ternyata dapat mempengaruhi unsur hara lain terutama Mg, apabila Ca pada kondisi kekurangan, maka penyerapan Mg akan terlalu besar dan dapat meracuni tanaman. Penambahan atau pemberian Ca bersama-sama dengan unsur N akan menguntungkan pada perkembangan batang dan pembentukan tunas-tunas baru. Ca banyak terdapat dibagian tanaman yang tua dan bersifat immobil.

FUNGSI :
– Menguatkan dinding sel, pembentukan pucuk tanaman dan pemanjangan ujung-ujung akar
– Berperan dalam pembentukan protein dan penyerapan nitrat

GEJALA KEKURANGAN :
– Daun-daun berukuran kecil dan gagal berkembang penuh
– Warna daun menjadi gelap

5. MAGNESIUM (Mg)
Tanaman menyerap Magnesium dalam bentuk ion Mg++, ketersediaan Mg tidak boleh berlebihan karena dapat meracuni tanaman, sehingga unsur Mg harus dalam kondisi seimbang terutama dengan umsur Ca. Unsur hara Ca adalah bersifat mobil.
FUNGSI :
– Berperan dalam proses fotosintesis dan pembentukan klorofil
– Untuk pembentukan enzim dan protein dalam tanaman
– Menaikan kadar minyak pada tanaman
– Termasuk unsur hara yang mobil didalam tanaman

GEJALA KEKURANGAN :
– Gejala ini biasanya terlihat pada daun tua
– Diantara tulang daun terlihat klorosis
– Perubahan warna daun menjadi kuning, dan terdapat bercak-bercak warna coklat pada daun tetapi tulang daun tetap berwarna hijau
– Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan perkembangan kuncup bunga

6. SULFUR (S)
Tanaman menyerap Sulfur melewati akar dalam bentuk ion SO4= dan dapat diserap melalui daun dalam bentuk ion SO2-, tetapi pada kadar yang terlalu tinggi dapat meracuni tanaman. Kadar S di dalam tanaman rata-rata 0,1 – 0,4 %. Unsur S di dalam tanaman dapat menekan kelebihan nitrat sehingga akibat negatif dari penumpukan nitrat yang terlalu tinggi dapat dicegah. Sulfur adalah unsur hara yang bersifat mobil.

FUNGSI :
– Menyusun asam amino, aktifator enzim dan pembentukan Vitamin

GEJALA KEKURANGAN :
– Daun berwarna gelap pada sebagian daun yang paling dekat dengan batang
– Urat-urat daun berubah menjadi kuning– Batang tanaman kurus dan kecil

UNSUR HARA MIKRO
1. BORON (B)
Tanaman menyerap Boron dalam bentuk ion BO33-, walaupun B merupakan unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi harus tersedia untuk pertumbuhannya. Boron adalah unsur hara yang bersifat immobil.

FUNGSI :
– Berperan dalam pembentukan dinding sel, pembentukan buah
– Pembentukan titik tumbuh dan penting dalam penyerbukan
– B dalam tanaman bersifat tidak mobil

GEJALA KEKURANGAN :
– Gejala dapat dilihat pada daun dengan tanda-tanda yang mengering dan kurus, ujung daun menjadi coklat
– Apabila temperatur tinggi dan tanaman kekurangan B dapat menyebabkan kelopak bunga menjadi pecah (calyx splinting) atau dapat juga sebagai akibat perbedaan temperatur udara siang dan malam terlalu tinggi (lebih dari 10C).
– Pertumbuhan rata-rata tanaman merosot, pertumbuhan kerdil dengan ruas-ruas yang pendek dan dapat juga berhenti pertumbuhannya
– Batang dari tanaman kaku menjadi pecah-pecah/retak

2. BESI (Fe)
Tanaman menyerap Besi dalam bentuk ion Fe3+, tetapi lebih banyak diserap dalam bentuk ion Fe2+. Besi juga dapat diserap dalam bentu garam-garam kompleks organik (chelate) dan dapat juga diserap oleh daun dalam bentuk Fe sulfat. Fe adalah salah satu unsur immobil.

FUNGSI :
– Membentuk klorofil, diperlukan dalam membentuk fotosintesis
– Berperan dalam mengaktifkan berbagai enzim

GEJALA KEKURANGAN :
– Warna daun akan pudar dan menjadi kering lalu menjadi keriput
– Pada ujung daun menjadi terkikis tetapi urat-urat daun masih tetap hijau

3. MANGAN (Mn)
Mangan diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Mn2+ dan juga dalam bentuk kompleks organik. Apabila kadar Mn berelebihan bagi tanaman dapat menyebabkan keracunan. Sifat dari Mangan adalah immobil

FUNGSI :
– Berfungsi dalam pembelahan sel
– Di gunakan dalam proses pernapasan dan fotosintesis

GEJALA KEKURANGAN :
– Daun akan tampak berwarna gelap dan muda
– Perkembangan kuncup akan mengalami kegagalan
– Pertumbuhan tanaman terhambat

4. TEMBAGA (Cu)
Tanaman menyerap Cu dalam bentuk Cu2+ dan dapat diserap melalui daiun dalam bentuk molekul kompleks organik

FUNGSI :
– Cu diserap oleh tanaman dalam jumlah sedikit
– Berfungsi sebagai aktifator beberapa enzim laktase, oksidase dan asam askorbat

GEJALA KEKURANGAN :
– Terlihat pada ujung daun yang mengisut dan merana, dan terkadang terlihat seperti gejala kekurangan K, karena tepi-tepi daunnya mengering.

5. SENG (Zn)
Tanaman menyerap Zn dalam bentuk ion Zn2+ dan dapat dalam bentuk kompleks organik, seperti EDTA.

FUNGSI :
– Berperan dalam pembentukan Asam-asam Indol asetic Acid (IAA), sehingga akan banyak berperan dalam pembelahan sel-sel maristem

GEJALA KEKURANGAN :
– Terjadi salah tumbuh pada ujung akar dan terjadi kelambatan tunas di pucuk karena pembelahan sel maristem tidak sempurna
– Daun berwarna hijau muda, kuning atau putih di antara tulang daun, dan ruas-ruas batang memendek, daun menjadi kecil, sempit dan agak tebal, kemudian dapat menyebabkan daun menjadi gugur.

6. MOLIBDENIUM (Mo)
Tanaman menyerap Mo dalam bentuk ion MoO4= dan dalam jumlah sedikit, kelebihan sedikit saja dapat menyebabkan keracunan bagi tanaman.

FUNGSI :
– Berfungsi dalam reduksi nitrat (fiksasi N) dan asimilasi nitrogen

GEJALA KEKURANGAN :
– Kekurangan Mo dapat mempengaruhi berlangsungnya sintesis asam-asam amino dan protein, sehingga dapat mempengaruhi fungsi N di dalam tanaman

Tips Agar Semaian Hidroponik Berhasil

Bagaimana cara menyemai agar berhasil?.
Menyemai tidak semudah yang kita dengar, tinggal sebar benih lalu benih akan tumbuh. Ya tidak seperti itu juga. Mungkin akan tumbuh, tapi berapa lama? Baguskah kondisinya? atau mungkin tidak tumbuh sama sekali.

Salah satu alasan saya membuat artikel ini, karena jangan sampai anda merasa depresi dulu karena semaian anda tidak seindah punya para master hidroponik,  Ada beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan seed menjadi tanaman baru.

Ini adalah contoh semaian master Hidroponik yang juga dijuluki 'Ratu semai' khusus wilayah Malang. Ciri pertama dari hasil semaian yang baik adalah daun Tanaman tumbuh langsung setelah keluar dari Rockwool. Tidak ada jarak yang banyak antara Rockwool dengan daun muda tersebut.

Mungkin anda agak bingung ya tapi lihat contoh berikut:

Pada semaian saya disamping, ada beberapa hasil semai yang kurang baik yaitu kutilang (kurus tinggi langsing) karena kurang sinar matahari. Bisa dibandingkan antara tanaman kiri yang saya kasih tanda dengan yang kanan. Yang kiri mengalami kutilang. Batang tanaman agag tinggi. bandingkan dengan tanaman yang kanan dimana batang tanamannya pendek. Walaupun sebenarnya semaian saya diatas belum termasuk kutilang yang parah. Batang tanaman akan semakin tinggi bila sinar matahari tidak didaaptkan.     

Ciri kedua semaian yang baik adalah keseragaman hasil semai dan tidak kerdil. Seperti kita lihat pada semaian pertama diatas, hampir semua tanaman seragam dan bagus perkembangan daunnya. walaupun ada satu dua yang tumbuhnya kerdil.

Lalu bagaimana agar dapat menumbuhkan semaian yang bagus?
1. Kualitas Benih
Jangan menangis dulu bila semaian anda tidak ada yang tumbuh, Mungkin ini karena benih yang tidak bagus, sudah rusak atau lainnya. Apa cirinya? yaitu semua benih anda tidak tumbuh, walaupun anda sudah mencoba menyemai kembali dengan benih yang sama. Coba ganti benih!. Saya sendiri juga pernah mengalaminya, dan ketika berganti benih, 2 hari langsung tumbuh benih saya. Sebelumnya saya menunggu hingga 1 minggu tidak ada yang tumbuh.

Kadang beberapa benih tidak dapat tumbuh karena kualitas yang buruk atau sudah kadaluarsa atau kondisi sudah tidak baik/rusak. Untuk amanya belilah yang masih kondisi packed, tapi tentunya harganya mahal dan jumlahnya banyak sekali. Saya mengakalinya dengan membeli bersama beberapa teman sehingga bisa dibagi-bagi.

Cara menyimpan juga penting, simpanlah benih anda di dalam tempat yang kering dan tidak terkena matahari lansung. Ada juga yang menyarankan untuk menyimpan di lemari es, dengan plastik tentunya. yang pasti jangan sampai benih anda kena air karena akan rusak.

Lalu jenis seed apa yang bagus? Banyak sekali jenis seed di pasaran. Banyak juga yang membuat sendiri (bukan pabrik). Boleh boleh saja anda mencoba namun tidak pasti kualitasnya. Dari beberapa pehidroponik yang saya tanya. katanya yang paling bagus adalah jenis RZ, dan paling mahal juga. Hal ini dikarenakan benihnya langsung berasal dari Indukan yang bagus, yang pertama. Sedangkan yang lain bisa dari keturunan kedua dan seterusnya. Semakin banyak turunan semakin turun juga kualitas hasilnya. Rz ini benih impor, lalu benih lokal apa yang bagus?. Saya tidak bisa berkata lebih bagus daripada yang lain karena belum mencoba, tapi dari beberapa pehidroponik menggunakan benih dari Known You Seed. Harganya tidak terlalu mahal, namun hasilnya cukup bagus.

2. Sinar Matahari
Nah ini adalah faktor yang menjengkelkan. Kenapa? karena faktor ini tidak dapat kita ubah. Kitalah yang harus berusaha mencari cara agar tanaman kita tetap tumbuh normal meski sinar matahari yang minim. Bila tidak ada sinar matahari atau kurang, maka tumbuhan anda akan tumbuh kutilang yang mana ini akan menghasilkan tanaman yang kurang baik. Penampakannya tidak akan sama dengan yang anda lihat selama ini di pehidroponik yang profesional seperti dibawah:

Bila kita lihat hasinya bagus-bagus, daun tidak kecil dan memanjang tapi besar dan membulat. Tanaman yang kurang sinar matahari daunnya juga akan memanjang dan kecil, tidak lebar. Lalu kapan semaian mulai diberikan sinar matahari? Yaitu setelah benih berkecambah atau benih sudah pecah dan terlihat bakal tanaman baru yang berwarna putih. Anda tidak perlu menunggu tanaman menjadi lengkap sempurna tumbuh dahulu baru diberi sinar. Segera setelah benih pecah dan terlihat ada putihnya, maka semaian bisa ditempatkan di temapt yang terkena sinar matahari. Sebelumnya tempatkan semaian di tempat yang lembab dan tidak terkena sinar matahari. Untuk jenis selada, bayam, kangkung biasanya selama 1-3 hari, sedangkan tomat dan cabai bisa mencapai satu minggu di tempat lembab sebelum benih berkecambah.

Sinar matahari sangat berpengaruh kepada pertumbuhan sayuran anda. Bila dalam satu minggu tidak ada sinar matahari mencukupi, maka sayuran anda akan terlihat jelek. Idealnya sayuran butuh panas mulai jam 8 pagi hingga jam 3 sore atau sekitar 7-8 jam. Tapi anda perlu hati-hati juga disini, tanaman yang masih kecil (mungkin 1 bulan kurang) tidak membutuhkan sinar matahari langsung yang menyengat. Beberapa bagian daun akan terlihat seperti terbakar, dimana penampakannyaa adalah daun layu bahkan sampai berubah warna dan mengering. Tergantung kondisi tempat anda menumbuhkan semaian. Bisa terlalu panas bisa juga tidak.

Beberapa minggu sebelum penulisan artikel ini, sinar matahari sangat kurang sekali di tempat saya. Bahkan bisa satu hari mulai pagi hingga sore hujan saja atau mendung sekali. Hal ini membuat semaian saya kutilang semua. Akhirnya saya meniru ide salah seorang hidroponikers untuk membuat kotak yang terdapat lampu didalamnya. Intinya adalah agar lampu tersebut dapat sedikit menggantikan sinar matahari yang menghilang entah kemana hahaha.

Jadi seperti ini : saya menggunakan 2 karton bekas aqua gelas. Satu karton di bawah untuk tempat semaian, satu karton lagi diatas untuk tempat lampunya.

3. Kelembaban-Air
Benih membutuhkan tiga hal untuk dapat tumbuh: Air, suhu hangat dan lokasi yang bagus (tanah atau rockwool atau lainnya). Selama fase pembenihan ini, benih bergantung kepada cadangan pasokan makanan didalam benih sendiri sampai terdapat daun yang cukup besar untuk fotosintesis. Akar akan tumbuh kebawah sebagai jangkar tanaman berdiri, sedangkan daun akan tumbuh keatas mencari arah datangnya cahaya.

Apa guna dari air? Air digunakan oleh benih untuk mengaktivkan enim yang bertugas memulai terjadinya perkecambahan.  Air yang cukup memastikan benih untuk tumbuh, namun terlalu banyak air juga bisa membuat benih menjadi busuk. Lalu bagaimana ukuran basahnya di rockwool? Yang penting rockwool terpegang basah, air tidak mengumpul didasar (rockwool tidak terendam air yang menggenang) saya kira sudah cukup. Basahi saja rockwool sampai terlihat basah semua.

Airnya arus air nutrisi AB-Mix atau tidak? untuk persemaian 1-3 hari saya pikir tidak perlu namun anda tetap bisa menambahkannya. Seteah daun terbentk sempurna, maka anda bisa secara teratur menyiramnya dengan air nutrisi karena fotosintesis sudah bisa dimulai.

Bagaimana Membuat Sayuran Hidroponik Nyaman Seperti Tumbuh di Tanah?

Add Comment
Ketika anda memutuskan untuk mengganti tanah dengan hidroponik saat menanam sayuran, anda pun dituntut untuk mampu memberikan kenyamanan sayuran anda senyaman saat ditanam di tanah.
Iya jelas dong! Masa sih kita akan menanam sayur dengan hidroponik, tapi malah sayuran tidak bisa mendapatkan fasilitas senyaman di tanah. Oke lah, memang di tanah banyak sekali hama yang bisa merusak daun, namun tanah juga memberikan kenyamanan sayuran untuk tumbuh.
Untuk itu, anda juga harus tahu fasilitas yang diberikan oleh tanah dalam memberikan kenyamanan sayuran untuk tumbuh subur dan bahagia. Tanah itu mampu memberikan 4 hal penting yang dibutuhkan tanaman:
(1) tanah mampu mensuplai air,
(2) tanah memberikan nutrisi penting dalam pertumbuhan,
(3) mensuplai oksigen,
(4) dan tempat penopang akar.
Dan perlu kita ketahui juga, bahwa di dalam tanah terdapat 4 komponen mineral utama, yaitu :
(1) mineral (senyawa anorganik),
(2) senyawa organik,
(3) air,
(4) dan udara.
Sebagai contoh, kandungan tanah lempung dalam kondisi optimal adalah 25% air, 25% ruang udara, 45% bahan-bahan mineral anorganik, dan 5% bahan organik.
Bahan mineral anorganik dalam tanah itu berasal dari fragmen batuan kecil, sedangkan bahan organik dalam tanah berasal dari benda hidup yang telah membusuk. Bahan organik dalam tanah terdiri dari sisa-sisa pembusukan makhluk hidup, baik dari tanaman atau binatang. Dan yang kedua adalah humus. Humus ini berasal dari penguraian sisa-sisa makhluk hidup oleh mikrorganisme dalam tanah.
Air tanah terperangkap di dalam pori-pori tanah bersama garam mineral anorganik, dalam bentuk larutan garam. Larutan garam mineral inilah yang sering kita sebut sebagai nutrisi tanaman untuk pertumbuhan tanaman. Di dalam pori-pori tanah juga terdapat udara, yaitu karbondioksida dan oksigen. Oksigen dan karbondioksida sangat penting untuk akar tanaman.
Nah, bagaimana sahabat? Jika anda ingin menanam sayuran dengan hidroponik, anda tentunya harus mampu menyiapkan sistem yang bisa mensuplai air, nutrisi, udara, dan menyangga perakaran tanaman, seperti yang diberikan tanah.
Seperti tanah, sistem hidroponik anda harus mampu memberikan air nutrisi yang sejuk. Tanah juga pendingin akar yang baik, ketika di permukaan tanah panas, tanah melindungi akar dengan sejuk. Bagaimana sistem hidroponik anda? Apakah sudah mampu melindungi perakaran panasnya sengatan matahari?
Selain itu, anda juga harus memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Dalam hidroponik, pemberian nutrisi bisa dilakukan dengan mudah, dengan melarutkan nutrisi ke dalam sistem pengairan hidroponik.
Bagaimana dengan kandungan udara dalam perakaran tanaman hidroponik anda? Apakah sudah mampu memberikan suplai oksigen dan karbondioksida dengan baik? Jangan sampai anda memutuskan untuk menanam tanpa tanah, tapi tidak bisa memberikan udara yang baik bagi akar tanaman anda. Hal ini menjadikan tanaman anda tidak tumbuh sempurna.
Nah, demikian sahabat hydrofarm. Mari kita perlakukan tanaman kita dengan ekslusif, hati-hati, dan penuh perhatian. Kelak, mereka akan memberikan manfaat yang baik untuk kita. Sukses berhidroponik yaaa...

Gejala Kekurangan Nutrisi pada Tanaman Hidroponik

Add Comment
Kualitas tumbuh dan kembang tanaman hidroponik sangat ditentukan oleh asupan nutrisi yang dibutuhkan. Bila tanaman kekurangan unsur hara, maka tanaman akan mudah layu lalu mati. gejala kekurangan nutrisi yang paling awal bisa dideteksi dengan melihat kondisi daun.
Cara ini secara langsung bisa diketahui bila tanaman tersebut sedang kekurangan nutrisi. Secara umum gejala kekurangan nutrisi pada tanaman bisa dibedakan kedalam lima tipe atau definisi unsur hara. Berikut penjelasan detailnya.
1. Klorosis. 
Ini adalah keadaan yang sering terjadi pada bagian daun dimana jaringan didalamnya mengalami kerusakan atau gagal membentuk klorofil. Warna daun yang nampak pada kondisi ini yaitu berwarna kuning hingga putih pucat yang menyeluruh hampir kesebagian atau seluruh bagian daun.
2. Nekrosis. 
Tipe kerusakan tanaman yang disebabkan oleh kerusakan sel di bagian daun. Biasanya kerusakan muncul di bagian tepi daun atau ujung daun.
3. Akumulasi antosianin. 
Kerusakan yang timbul di hampir semua bagian daun dan batang tanamana. Gejalanya ditandai dengan timbulnya warna biru, merah hingga ungu. Gejala ini bisa muncul selama tanaman mengalami fase pertumbuhan.
4. Stunting. 
Ini adalah proses pertumbuhan tanaman yang mengalami kerdil ditandai dengan warna biru normal atau tua hingga kuning.
5. Kurang pertumbuhan baru atau tanaman tidak dapat mengalami pertumbuhan baru. Hasilnya, masalah ini akan mengakibatkan bagian tanaman seperti tunas, daun, dan ujung akan mati.
Ciri dan contoh gejala kekurangan nutrisi yang umum dialami tanaman.
1. Gejala kekurangan nutrisi Nitrogen (N)
Bagian bawah daun biasanya berwarna kuning sebab kekurangan zat klorofil pembentuk zat hijau daun. Kondisi ini akan mengakibatkan daun mudah kering dan gugur. Bagian tulang daun terlihat pucat.
2. Gejala kekurangan nutrisi Fosfor (P) akan nampak berwarna merah keunguan di bagian bawah tulang daun, tepi daun, daun trpelintir dan batang juga berwarna ungu.
3. Gejala kekurangan nutrisi Kalium (K) cirinya ditandai dengan mengerutnya bagian daun tua namun tidak rata. Bagian tepinya akan menguning dan ada bercak coklat.
4. Ciri Daun kekurangan nutrisi Sulfur (S) yaitu daun berwarna agak kekuningan atau hijau pudar. Pertumbuhan tanaman akan melambat, menjadi kerdil dan kurus.
5. Kekurangan nutrisi Kalsium (Ca) gejalanya yaitu tanaman akan mati di bagian titik tumbuh di pucuk dan akar, bagian kuncup bunga dan buah akan mudah gugur. Terkadang warna buah tidak akan rata atau retak-retak. Daun mudah mengerut, keriting dan kecil lalu rontok.
6. Kekurangan nutrisi Magnesium (Fe) tanaman akan timbul bercak kuning di permukaan daun tua. Daun akan terlihat layu dan mudah terserang penyakit.
Demikian gejala kekurangan nutrisi yang paling sering dialami oleh tanaman. Tanaman sangat membutuhkan unsur hara atau nutrisi yang cukup dan seimbang supaya dapat tumbuh serta berkembang dengan baik, menghasilkan tanaman atau buah yang berkualitas.

Inilah Resiko dan Keuntungan Tanpa Greenhouse

Add Comment
Salam sahabat hidroponik se-Indonesia, semoga kita semakin baik mengolah sayuran dengan hidroponik. Sadar atau tidak, ketika semakin banyak orang menanam sayuran hidroponik di kebun mereka sendiri, mereka ikut andil dalam memajukan pertumbuhan ekonomi tanah air tercinta ini. Semakin banyak orang memproduksi makanan mereka sendiri, harga-harga sayuran holtikultura di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern dapat ditekan. Semoga Allah memberikan kemudahan ekonomi tanah air kita tercinta ini.

Sering muncul pertanyaan oleh pecinta dan pe-hobi hhidroponik, apakah perlu menggunakan greenhouse untuk naungan/atap, ataukah hal itu tidak perlu digunakan. Sebelum kita jawab perlu ataukah tidak perlu menggunakan greenhouse, mari kita cari tahu resiko dan keuntungan masing-masing.

Keuntungan hidroponik tanpa atap/ greenhouse
Murah! Ya tentu saja, ketika kita menanam tanpa greenhouse kita bisa memangkas biaya pembuatan greenhouse. Mengingat mahalnya dan sulitnya konstruksi greenhouse yang beratapkan plastik UV, maka pembuatan greenhouse yang terbuka atasnya dan beratapkan langit, banyak dilakukan untuk menghemat biaya investasi. Jadi pada lahan yang tersedia dibuatlah instalasi produksi dengan atap yang terbuka. Dengan demikian pembiayaan hanya tersangkut instalasi produksi saja, tanpa ada pengeluaran untuk membuat bangunan greenhouse-nya.

Resiko hidroponik tanpa atap/ greenhouse
Di lain fihak, timbullah beberapa risiko yang harus dihadapi, yang mungkin timbul, tetapi mungkin pula tidak! Banyak teman-teman pecinta hidroponik meng-upload foto-foto di dalam dan di luar negeri, di mana gully produksi berbaris rapih, dilakukan pada lahan terbuka tanpa ada peneduhan sedikit pun, tetapi terlihat pertanamannya mulus-mulus saja.

1. Intensitas cahaya yang tinggi mempengaruhi tanaman
Dengan tiada beratap, matahari di siang hari, di musim kemarau yang cerah, mungkin intensitasnya cahayanya mencapai 10.000 foot candles (atau 110.000 lux), akan merusak semua hormon tumbuh di tanaman, sehingga pertumbuhan akan stagnant, tidak bergerak. Jika derajat pertumbuhan = 0, maka tanaman tidak akan berpenampilan “robust”, gagah, melainkan kerdil dan tidak layak tampil! Dengan intensitas penyinaran yang tinggi, lettuce sering menjadi “getir”, pahit, terutama batangnya. Bagian tengah pucuk tajuk menjadi bagian yang paling pahit, dan menimbulkan penolakan oleh konsumen.

Intensitas matahari yang tinggi rupa-rupanya merangsang pembentukan “alkaloid” yang tersa getir itu. Intensitas cahaya matahari yang intens, ditambah “exposure time” yang lama, menyebabkan lettuce berwarna hijau tua, sedangkan seyogyanya lettuce bernuansa hijau muda! Kecuali Romaine lettuce, yang memang berwarna hijau gelap. Dengan mengurangi asupan unsur hara Mg sebagai inti chlorophyl, bisa dihasilkan lettuce yang tidak terlampau hijau warnanya.

Intensitas cahaya matahari yang tinggi menyebabkan proses foto-sintesa asimilasi karbohidrat berjalan sangat tegas, sehingga terjadi karbohidrat banyak sekali, dan menyebabkan rasio C/N (karbohidrat/protein) sangat besar, dan tanaman cepat beralih ke fase generatif, dan menghasilkan tangkai bunga, disebut “bolting”, dan menurunkan harga penawaran di supermarket.

2. Resiko hama tanaman
Hujan yang sering membasahi daun, menyebabkan lettuce peka terhadap penyakit cendawan Cercospora, penyakit cendawan mata kodok, “frog eye disease”, menyebabkan lettuce tidak layak tampil, dan layak jual. Dengan meningkatkan asupan unsur hara Ca, P, K, Mg, dan mengurangi amonium, serangan ini bisa diperlunak.

Beda tempat, beda pula serangan hama dan jenisnya. Terkadang di suatu tempat menanam hidroponik tidak menemukan kendala serangan hama yang merepotkan, tetapi banyak pula daerah yang perlu penanganan khusus karena serangannya yang hebat. Hal yang perlu diperhatikan jika tidak menggunakan naungan hidroponik adalah jeli dan teliti terhadap serangan hama. Ketika terdeteksi ada serangan hama, segera dilakukan penanganan , bisa juga dilakukan tindakan preventif sebelum hama menyerang, kita bisa menggunakan perangkap hama dan pengusir hama.

3. Sistem irigasi saat hujan
Hidroponik tanpa naungan greenhouse menggunakan irigasi dengan gully, biasanya menggunakan talang atau pipa PVC, dimana terdapat lubang tanam yang menghadap ke atas. Lubang yang menghadap langit inilah akan menampung air hujan ketika turun. Hujan merupakan rahmat Allah yang diturunkan dari langit.

Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 35 (tiga puluh lima) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Rain Water Sampler (ARWS). Analisis sampel air hujan dilakukan di laboratorium kualitas udara BMKG dengan menggunakan alat ion chromatograph. Jumlah sampel air hujan yang diterima di Laboratorium Kualitas Udara berasal dari 31 (Tiga Puluh Satu) stasiun pengamatan hujan di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keasaman (pH) air hujan di 27 kota berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal sebesar 5,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di 27 (dua puluh tujuh) kota tersebut bersifat asam.

Hujan yang turun di tanah air kita memiliki pH normal 5,6. pH ini sangat baik untuk menanam dengan hidroponik, karena pada kondisi ini nutrisi tanaman mudah diserap tanaman untuk tumbuh. Namun resikonya adalah ketika hujan air yang masuk gully akan masuk juga ke penampungan yang sudah berisi nutrisi. Karena air bertambah, kadar nutrisi jadi menurun. Perlu dibuatkan sistem irigasi yang mengatur aliran air saat hujan dan irigasi saat tidak hujan.

Bagaimana keuntungan hidroponik dengan greenhouse?
Tentu saja kebalikan dari resiko ketika kita menggunakan tanpa naungan. Dengan greenhouse, masalah intensitas cahaya akan terkurangi oleh plastik UV. Masalah hama penyakit akan berkurang, karena greenhouse menutup akses masuk hama terbang maupun hama dari tanah. Masalah air hujan, greenhouse menahan air hujan dan tidak masuk ke penampungan.

Resiko hidroponik dengan greenhouse
Ya! Sudah tentu dengan greenhouse memerlukan investasi yang lebih besar, karena perlu membangun konstruksi dan menutupnya dengan plastik UV.

Kesimpulan dari pertanyaan apakah perlu menggunakan greenhouse atau tidak? Jawabannya adalah tergantung pada anda sendiri. Ketika anda memilih menggunakan greenhouse, anda harus siap dengan resiko biaya investasi yang tinggi. Sebaliknya, ketika anda memilih tanpa greenhouse, anda harus selalu mengurangi resiko-resiko tanaman tanpa greenhouse. Anda perlu menaruh gully di dekat pohon untuk mengurangi intensitas cahaya, perlu segera menindaklanjuti serangan hama, dan juga mengatur irigasi saat hujan turun.

Demikian sobat hidroponik, semoga informasi ini membantu menambah wawasan anda. Selamat berhidroponik dan mari kita menjadi manusia mandiri dan mampu memproduksi sesuatu yang bermanfaat.

9 Jenis Hama Tanaman Hidroponik yang Wajib Anda Ketahui

Hama sebenarnya makhluk hidup yang sedang mencari makan untuk kelangsungan hidupnya. Namun keberadaannya yang sering memakan daun sayuran menjadikan hama termasuk organisme yang diperangi oleh petani. Untuk tanaman hidroponik, bukan berarti tanaman bebas dari serangan hama, tetap saja ada hama yang mengancam pertumbuhan tanaman.

Sebagai petani tanaman hidroponik, tentunya wajib mengetahui hama apa saja yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Petani wajib tahu berbagai macam hama, dan nantinya petani wajib tahu bagaimana cara menghilangkan hama. Berikut, 9 hama hidroponik yang wajib anda ketahui.

1. Ulat
Hama ulat ini sebenarnya sudah sangat populer di kalangan petani. Pasalnya popularitas ulat ini sendiri memang tidak perlu diragukan lagi, bahkan menjadi musuh bebuyutan bagi para petani. Juga termasuk pada petani yang tanamannya seringkali diserang oleh hama ulat.

Salah satu jenis ulat yang seringkali menyerang tanaman cabai adalah ulat grayak/spodoptera litura. Ulat jenis ini mampu memakan daun hingga benar-benar habis dalam waktu yang singkat, sehingga dapat menyebabkan kemampuan fotosintetis dari tanaman cabai menjadi terganggu. Pada serangan yang masuk dalam tahap massif menjadikan ulat grayak ini memakan habis seluruh bagian daun, bahkan hanya sekedar menyisakan tulang-tulang daunnya saja.

2. Semut
Semut adalah hama utama di pertanian dan perkotaan, yang dapat merusak tanaman dan menyerang wilayah pemukiman baik di luar maupun di dalam ruangan.






3. Lalat Buah
Lalat buah merupakan salah satu serangga hama yang menyerang tanaman buah-buahan di lapangan. Spesies lalat buah dari famili Tephritidae yang menjadi hama tanaman mencapai 4.500 spesies, dan terdapat 20 spesies dari genus Bactrocera merupakan hama penting pada buah-buahan dan sayuran di Asia (Vijaysegaran, 1998). Bactrocera spp. memiliki inang yang cukup banyak seperti: jeruk, mangga, pepaya, nangka, alpokat, pisang, tomat, apel, nenas, pear, aprikot, terong, jambu dan melon.

Kehilangan hasil akibat serangan lalat buah di Indonesia cukup besar. Hal ini disebabkan karena stadia yang merusak adalah larva yang menyerang langsung pada buah tanaman. Pada tanaman cabai kehilangan hasil dapat mencapai 80%. Luas serangan lalat buah diperkirakan 4.700 ha dengan kerugian Rp. 21,99 miliar pada tahun 2002. Dalam menanggulangi hama ini, petani telah melakukan pengendalian secara alami, diantaranya dengan pembungkusan buah, pengurungan tanaman dengan jaring plastik, pengasapan di sekitar pohon dan lainnya. Usaha ini memungkinkan untuk luasan lahan yang relatif sempit, tetapi tidak efisien untuk lahan yang luasnya puluhan hektar. Pengendalian lain yang telah dilakukan adalah pemandulan jantan, kimiawi dan memakai perangkap dengan menggunakan atraktan/penarik.

4. Thrips
Hama Thrips (trhips tabaci) merupakan hama yang paling berbahaya bagi tanaman, terutama tanaman cabe. Hama ini menyerang pada daun tanaman terutama pada daun muda atau bagian pucuk tanaman.

Gejala awal yang mudah dideteksi adalah jika ditemukan daun keriting dan menggulung ke atas. Akibat dari serangan hama thrips adalah daun keriting, kering lalu mati. Pertumbuhan tanaman akan terganggu dan produktifitas menurun. Pada serangan hebat bisa mengakibatkan gagal panen, karena tanaman tidak mampu berproduksi sama sekali. Serangan hama thrips juga mengakibatkan bunga-bunga kering dan rontok. Serangan pada tanaman muda menyebabkan kelayuan.




5. Tungau tanaman (Mite)
Hama tungau bersembunyi di balik daun. Hama tungau menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan daun di dalam jaringan mesofil hingga jaringan itu rusak. Akibatnya klorofil pada daun menjadi rusak dan menghambat proses fotosintesis tanaman.

Serangan ditandai dengan munculnya bintik kuning di permukaan daun. Bintik tersebut lama-kelamaan melebar lalu berubah menjadi kecokelatan dan akhirnya menghitam. Daun menjadi keriting dan menggulung kearah bawah, menebal, berbentuk seperti sendok terbalik. Bagian bawah daun berwarna seperti tembaga dan terdapat benang-benang putih halus.

6. Kutu Kebul (Bemisia Tabaci)
Kutu kebul ( bemisia tabaci ) atau dipanggil juga kutu putih, secara internasional dikenal dengan silverleaf whitefly, merupakan salah satu dari lalat putih yang saat ini termasuk hama penting pertanian budidaya. Kutu kebul diklasifikasikan ke dalam keluarga Aleyrodidae, sub-urutan besar serangga, Homoptera.

Kutu kebul tumbuh subur di seluruh dunia terutama di kawasan iklim subtropis dan tropis, seperti Indonesia. Sedangkan populasi di kawasan iklim sedang tidak terlalu besar. Lingkungan dengan suhu dingin bahkan sering menyebabkan kematian larva dan lalat dewasa.Tanaman yang dipengaruhi oleh kutu kebul sangat beragam, mencakup tanaman sayuran seperti: tomat, labu, mentimun, terong, okra, buncis dan kacang-kacangan, brokoli, kembang kol, kubis, melon, kapas, wortel, ubi jalar, dan sayuran lainnya. Bahkan banyak dari jenis tanaman buah seperti mangga, rambutan, anggur, jeruk, dll., tak luput dari serangannya.

7. Penggorok daun
Hama Penggorok Daun (Liriomyza huidobrensis) – Hama ini dikenal juga dengan sebutan leaf miner, merupakan spesies lalat dari genus Liriomyza dan keluarga Agromyzidae. Lalat ini menyerang daun tanaman dengan cara meletakkan telur di bagian epidermis daun. Setelah telur menetas dan berubah menjadi larva, akan menggorok dan masuk ke dalam jaringan mesofil daun. Sehingga jaringan daun menjadi kosong, dan menampakkan bercak berwarna putih atau keperakan di atas permukaan daun.

8. Belalang
Ooopppsss,,, salah gambar... 😂😂😂
Belalang adalah salah satu serangga pemakan daun yang sangat mengganggu tanaman produktif petani. Hama satu ini menyerang dalam bentuk koloni atau kelompok. Tak jarang semua cara telah dilakukan untuk membasmi hama ini, namun hasilnya selalu nihil karena beberapa memang mati namun sebagian besar masih saja menyerang tanaman. Mungkin Anda sedang kebingungan dan panik mengatasi serangan belalang yang dapat mengurangi kualitas tanaman dan hasil panen.

9. Jangkrik
Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yg menempel di daun. Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan & daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang.

Kelebihan dan Tipe Greenhouse Hidroponik

Green house merupakan suatu kebutuhan penting guna meningkatkan produktivitas atas hasil pertanian. Terutama pada budidaya tanaman sistem hidroponik. Fungsi utamanya antara lain mengatur intensitas sinar matahari terhadap tanaman, pengairan, kelembaban dan suhu udara. Bahan Greenhouse Hidroponik yang digunakan bisa dari kaca, plastik atau paranet.
Keuntungan menggunakan greenhouse
  1. Jika tidak menggunakan greenhouse, budidaya tanaman hidroponik bisa mendapat pasokan cahaya matahari dalam jumlah yang terlalu berlebihan. Apalagi saat musim panas, intensitas sinar yang masuk tersebut dapat membuat proses pertumbuhan tanaman jadi terganggu. Namun dengan adanya greenhouse atau rumah hijau, itensitas cahaya matahari tersebut dapat diatur sesuai kebutuhan. Tanaman tidak akan mudah layu atau kekurangan cairan. Selain itu mengurangi biaya belanja nutrisi tanaman dan media hidroponik sebab tingkat penguapannya bisa ditekan.
  2. Sementara itu, ketika musim hujan tiba daun dan batang tanaman akan terkena siraman air hujan. Kondisi ini sering menimbulkan masalah baru berupa pembusukan pada daun tanaman beserta batangnya. Cendawan, jamur, lumut dan tanaman pengganggu lainnya akan tumbuh subur pada musim hujan. Jika dibiarkan tentunya hama ini bisa memunculkan problem yang lebih serius. Nutrisi hidroponik yang seharusnya diserap oleh tanaman budidaya justru dihabiskan oleh gulma dan sejenisnya.
Salah satu cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah mendirikan greenhouse pada area budidaya tanaman. Sehingga limpahan air hujan tidak bisa masuk ke dalam media tanam atau daun dan batang tanaman hidroponik.
 Tipe-tipe greenhouseMenurut bentuk dan desainnya, tipe greenhouse hidroponik bisa dibagi dalam 3 macam jenis :
Tipe Tunnel
Tipe pertama ini berbentuk setengah lingkaran dan mirip dengan lorong. Kelebihannya antara lain strukturnya lebih kuat karena atapnya berupa lengkungan kearah bawah. Selain itu lebih tahan terhadap terpaan angin. Struktur bangunan hidroponik tipe tunnel yang berbentuk busur dan kakinya yang terpendam dalam tanah mampu menahan bangunan dengan kuat.
Kelemahan greenhouse tipe tunnel terletak pada sistem ventilasinya. Apabila dibuat di daerah tropis harus dilengkapi alat cooling system atau exhaust fan agar sistem pasokan udara lebih mudah diatur.
Tipe Piggy back
Tipe kedua ini sering dinamakan tropical greenhouse dan sangat cocok dipakai di Indonesia yang berhawa tropis. Sistem ventilasi udaranya jauh lebih sempurna sebab dilengkapi struktur bukaan dalam jumlah yang lumayan banyak. 
Tapi pada sisi yang lain, jika ada terpaan angin struktur bangunannya kurang kuat menghadapinya. Jadi greenhouse tipe piggy back ini lebih cocok dibuat di daerah-daerah yang hembusan anginnya tidak terlalu kencang.
Tipe campuran
Sesuai namanya, greenhouse tipe campuran merupakan paduan atau hybrid antara tipe tunnel dan piggy back. Semua kelebihan dari kedua tipe tersebut bisa dimasukan semua, sedangkan kelemahannya dapat diminimalkan.
Selain itu ongkos pembuatannya juga lebih hemat meski membutuhkan waktu yang lebih lama.